ACEH BARAT, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan gambut seluas lebih dari delapan hektare terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Peristiwa ini diduga sengaja dilakukan untuk membuka lahan baru perkebunan kelapa sawit.
Asap tebal akibat kebakaran mulai mengepung jalan lintas provinsi Aceh, terutama pada pagi dan malam hari, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Dari pantauan udara, titik api paling parah berada di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan kedalaman gambut mencapai tujuh meter.
Dalam dua hari terakhir, kebakaran telah meluas ke empat titik berbeda, yakni Desa Suak Raya, Seuneubok, Lapang, dan Leuhan. BPBD Aceh Barat mengerahkan dua unit mesin pompa air untuk memadamkan api, karena mobil pemadam tidak dapat menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah menyebut bahwa kondisi cuaca panas dalam dua pekan terakhir mempercepat rambatan api. Dia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah cuaca ekstrem.
"Karena sudah seminggu lebih tidak ada hujan, cukup kering jadi api juga sulit dipadamkan karena banyak rumput-rumput," ujar Teuku Ronal di lokasi, Senin (19/1/2026).
Hingga kini, petugas BPBD masih berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area lain.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait