Banjir bandang menerjang Kabupaten Gayo Lues usai diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. (Foto: iNews TV)

JAKARTA, iNews.id – Banjir bandang menerjang tiga provinsi di Sumatera, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Bencana tersebut menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) terdampak dan sejumlah warga harus mengungsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan salah satu wilayah terdampak banjir bandang adalah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Banjir yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) tersebut menyebabkan 15 keluarga mengungsi.

Banjir juga merendam 15 rumah serta 15 hektare lahan pertanian dan kolam ikan milik warga. Saat ini, kondisi air dilaporkan mulai surut dan tim BPBD telah membantu penanganan di lokasi.

"TRC BPBD Kabupaten Tanah Datar membutuhkan bantuan warga untuk membersihkan rumah masing-masing sehingga yang terkena luapan tadi bisa diselesaikan dengan baik dan tidak ada masalah untuk kesehatan di kemudian hari," kata Berton dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).

Selain Sumatera Barat, banjir juga melanda Kabupaten Langkat dan Mandailing Natal di Sumatera Utara. BNPB mencatat sebanyak 3.157 KK terdampak banjir di Langkat. Kemudian, di Mandailing Natal sebanyak 287 KK terdampak.

"Dapat kami sampaikan ada terjadi di Langkat, Sumatera Utara dengan jumlah KK yang terdampak sebanyak 3.157 KK. Di Subulussalam, beberapa waktu yang lalu kami sudah menyampaikan, saat ini air mulai surut. Sedangkan ada beberapa terjadi di Aceh Selatan, Gayo Lues, maupun Mandailing Natal, Sumatera Utara," kata Berton.

Di Provinsi Aceh, banjir melanda Kota Subulussalam, Kabupaten Gayo Lues, Aceh Barat, dan Aceh Selatan.

Berton menjelaskan, banjir di Aceh Barat terjadi sejak 31 Oktober 2026. Bencana tersebut melanda 10 kecamatan dan 43 gampong. Sebanyak 105 jiwa dilaporkan mengungsi.

Adapun di Aceh Selatan, banjir telah terjadi sejak 28 Oktober 2026 dan melanda dua kecamatan serta tiga gampong. Sebanyak 218 KK atau 756 jiwa terdampak.

"Saat ini kami mencatat ada 161 jiwa mengungsi dan ada 210 unit rumah terdampak dengan status yang sudah disampaikan oleh pemerintah daerah status tanggap darurat hingga dari 30 Oktober sampai 12 November 2026," kata Berton.

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat banjir di Aceh Selatan mulai 30 Oktober hingga 12 November 2026.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network