GAYO LUES, iNews.id - Kegelapan malam menyelimuti kawasan pengungsian warga Desa Agusan, Kecamatan Belang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Di tengah keterbatasan hidup di tenda pengungsian, warga memilih mengisi malam Tahun Baru 2026 dengan menggelar pengajian dan doa bersama, Rabu (31/12/2025).
Lantunan ayat suci Al-Qur’an terus menggema setiap malam di tenda-tenda pengungsian. Suasana religius ini seakan memberi kekuatan dan semangat, terutama bagi anak-anak korban banjir bandang yang telah kehilangan rumah dan sebagian besar harta benda mereka.
Meski hidup dalam kondisi serba terbatas, semangat anak-anak untuk belajar tidak pernah surut. Tenda pengungsian bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap belajar dan bermain. Berbekal Al-Qur’an dan pakaian seadanya, anak-anak pengungsi tetap memikirkan masa depan dan berharap bisa kembali bersekolah.
Salah satunya adalah Japar, siswa kelas empat sekolah dasar, yang bersama teman-temannya turut mengikuti pengajian bersama warga. Saat ini, anak-anak di pengungsian belum memiliki seragam sekolah yang layak, sementara mereka dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 5 Januari 2026 mendatang.
Selain perlengkapan sekolah, para pengungsi juga berharap adanya bantuan beasiswa dari pemerintah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua yang kini kehilangan tempat usaha akibat banjir bandang.
“Saya berharap bisa sekolah lagi. Berharap juga dapat biaya siswa untuk bantu orang tua karena tempat usahanya sudah hilang,” ujar Japar, anak pengungsi, Rabu (31/12/2025).
Sementara itu, Kepala Desa Agusan, Ramadhan, yang juga menjadi korban bencana berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. Dia meminta agar aliran air yang masih menggerus permukiman dan perkebunan warga segera dipindahkan.
“Kami hanya berharap agar dapur umum di pengungsian ini dapat terpenuhi, dan sedikit harapan untuk menjaga para warganya,” kata Ramadhan.
Dalam doa bersama yang digelar, warga memohon agar pergantian tahun ini membawa harapan baru. Mereka berharap dapat kembali beraktivitas seperti biasa, menyelamatkan sisa harta benda yang ada, serta mendapatkan perhatian pemerintah melalui program pemulihan ekonomi untuk membantu bangkit dari musibah banjir bandang.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait