ACEH TENGGARA, iNews.id - Memasuki hari ketiga pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, kondisi air mulai berangsur surut. Namun, sejumlah kendala masih dihadapi oleh petugas Dinas Sosial, khususnya dalam pendistribusian makanan bagi warga terdampak.
Kesulitan utama yang dialami adalah langkanya bahan bakar minyak (BBM), sehingga proses pengiriman bantuan menjadi terhambat.
Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara telah mendirikan satu dapur umum untuk menyiapkan makanan bagi warga korban banjir yang tersebar di 16 kecamatan dan 98 desa.
Setiap hari, sedikitnya 2.000 porsi makanan disiapkan dan dibagikan dua kali sehari dengan menu yang berganti-ganti. Namun, keterbatasan akses dan kelangkaan BBM membuat pendistribusian ke lokasi pengungsian tidak berjalan lancar.
Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati menjelaskan bahwa hanya satu dapur umum yang didirikan karena lokasi banjir tersebar di sejumlah titik dengan jarak yang cukup jauh.
“Sejauh ini, kendala terbesar adalah sulitnya mendapatkan BBM. Dalam tiga hari terakhir sejak banjir melanda, distribusi makanan terhambat karena kelangkaan BBM di wilayah Aceh Tenggara,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Meski menghadapi tantangan, pemerintah daerah bersama Dinas Sosial tetap berupaya memastikan kebutuhan pangan warga terdampak banjir dapat terpenuhi setiap harinya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait