JAKARTA, iNews.id - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera sejak akhir November 2025 telah menewaskan 90 orang, dengan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut melaporkan 47 korban jiwa dari total 123 korban di 13 kabupaten/kota, termasuk 9 orang hilang dan 67 luka-luka. Tapanuli Selatan menjadi wilayah terparah dengan 73 korban, terdiri dari 15 tewas dan 58 luka-luka.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan deras yang memicu bencana ini akibat Siklon Tropis Senyar yang kini melemah dan bergerak ke wilayah Malaysia. Dalam 24 jam ke depan hingga Minggu (30/11) pukul 07.00 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat masih mengancam Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, disertai angin kencang di Aceh, Sumut, Sumbar, serta wilayah Riau.
Pemerintah Aceh menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari mulai 28 November hingga 11 Desember 2025, mencakup 16 kabupaten/kota yang terdampak luas. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengonfirmasi pengiriman pesawat untuk operasi modifikasi cuaca guna mengurangi curah hujan di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Pemerintah pusat sejak hari pertama telah mengerahkan tim penanganan bencana, termasuk tenda pengungsian, logistik, dan bantuan Kementerian PUPR untuk membuka akses jalan yang terputus. Pratikno menegaskan semua upaya dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
BMKG memperingatkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, sementara proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan tim gabungan. BNPB memastikan bantuan kemanusiaan didistribusikan maksimal meski beberapa wilayah masih terisolasi akibat longsor.
Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait