2 Warga Aceh Timur Ditangkap Polda Sumut Terkait kasus Narkoba dan Senjata

Wahyudi Aulia Siregar ยท Kamis, 17 Juni 2021 - 11:27:00 WIB
 2 Warga Aceh Timur Ditangkap Polda Sumut Terkait kasus Narkoba dan Senjata
Tangkapan layar video amatir petugas Polda Sumut bersenjata mengamankan pelaku perkara narkoba jenis sabu-sabu dan kepemilikan dua senjata api jenis AK-47 di Desa Matang Peulawi, Peureulak, Aceh Timur. Foto: Istimewa

MEDAN, iNews.id - Polda Sumut menangkap dua orang warga Aceh Timur, berinisial M (20) dan MF (36) di Desa Matang Pelawai, Peurlauk. Keduanya ditangkap terkait dengan kasus narkoba dan kepemilikan senjata serbu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, membenarkan penangkapan tersebut. Keduanya diciduk berdasarkan hasil pengembangan kasus tersangka SB warga Jalan Tanjung Balai Desa Sunggal Kanan, Deliserdang, Sumut, yang telah lebih dulu ditangkap.

"Total Ada tiga yang diamankan. Oleh Subdit I dan Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut," kata Hadi, Rabu (16/6/2021).

Ketiga tersangka diduga bagian dari jaringan narkoba internasional. Polisi berhasil menyita 89 kilogram narkoba jenis sabu-sabu serta 48.418 butir pil ekstasi dan dua pucuk senjata serbu jenis AK47 dan M16 lengkap dengan 150 butir amunisinya, dari hasil penangkapan tiga tersangka di dua tempat berbeda itu.

Hadi menyebutkan, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan SB, Selasa (8/6/2021). SB ditangkap di Jalan Tanjung Balai Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dengan barang bukti sabu-sabu seberat 20 kilogram. 

"Dari tersangka SB kita mendapatkan identitas M dan MF. Kita lalu mengerahkan petugas untuk mengejar keduanya," katanya. 

Setelah melakukan pengejaran ke Desa Matang Pelawi, Kecamatan Peurlauk, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, tersangka M dan MF berhasil ditangkap. Keduanya ditangkap dengan barang bukti 69 kilogram sabu-sabu, ekstasi dan dua pucuk senjata serbu tersebut. 

"Mereka ditangkap di rumah MF pada Selasa, (15/6/2021) sekitar pukul 5 sore. Keduanya tidak melakukan perlawanan saat ditangkap," ujarnya.

Editor : Erwin C Sihombing