30 Prajurit TNI AL Lhokseumawe Jalani Tradisi Pembaretan di Pantai Krueng Geukueh
BANDA ACEH, iNews.id - Sebanyak 30 prajurit bintara remaja dan tamtama remaja TNI AL yang bertugas di Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Aceh menjalani tradisi pembaretan. Tradisi ini sebagai tanda mereka resmi menjadi warga satuan militer TNI AL.
Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah mengatakan, kegiatan pembaretan ini dipusatkan di Pantai Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara.
"Ada 30 bintara remaja dan tamtama remaja menjalani pembaretan. Mereka merupakan lulusan Satuan Pendidikan 1 Tanjung Uban dan Kodiklatal Surabaya," ujarnya, Rabu (9/11/2022).
Menurutnya, 30 prajurit yang mengikuti pembaretan tersebut terdiri atas 17 bintara remaja dan 13 tamtama remaja. Prosesi pembaretan dilakukan saat upacara penutupan latihan dalam dinas.
"Kegiatan itu merupakan tradisi TNI AL yang wajib dilaksanakan setiap personel masuk untuk ditugaskan di satuan yang baru," katanya.
Dia berpesan kepada prajurit yang dinyatakan selesai menjalani latihan dalam dinas tersebut untuk dapat membanggakan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe dan TNI AL.
"Selama latihan dalam dinas, para bintara dan tamtama remaja ini telah menunjukkan nilai-nilai kejuangan yang tak kenal lelah, sehingga diharapkan dengan adanya upacara dan pelatihan ini, mereka lebih familiar dengan laut," ucapnya.
Kemudian mereka tidak alergi dengan laut yang merupakan dunia TNI AL. Tidak alergi dengan senjata, tidak alergi dengan kapal karena medan juang prajurit Jalasena adalah di laut.
Dia menyebutkan, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono memberi arahan kepada satuan untuk memprioritaskan putra-putri terbaik dari daerahnya masing-masing untuk menjadi pengawak Pos TNI AL.
"Tentunya mereka telah diseleksi, dilatih kemudian ditempatkan di Pos TNI AL sehingga tidak perlu repot untuk mencari pengawak Pos TNI AL yang ada," katanya.
Editor: Donald Karouw