Aceh Masuk Masa Peralihan Musim, BMKG: Waspada Karhutla

Antara · Senin, 15 Februari 2021 - 16:20:00 WIB
Aceh Masuk Masa Peralihan Musim, BMKG: Waspada Karhutla
Ilustrasi penanganan Karhutla. (Foto: Antara)

ACEH, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar menyatakan wilayah Provinsi Aceh sudah memasuki masa peralihan musim. Saat ini warga diminta waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Pada masa peralihan musim ini, sebagian kabuaten kota biasa terjadi hujan dan lainnya tidak berpotensi hujan,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Senin (15/2/2021).

Dia menjelaskan, kondisi dinamika atmosfir di sebagian wilayah Aceh terlihat ada belokan angin, kemudian sebagian daerah lainnya juga terdapat penyebaran atau penyebaran massa udara. Divergen ini merupakan kebalikan dari kondisi konvergen.

Menurut Zakaria, kondisi dua fenomena dinamika atmosfir itu betolak belakang. Divergen dapat mengurangi pembentukan awan-awan hujan, sedangkan belokan angin memicu turunnya hujan sehingga sebagian wilayah hujan dan lainnya tidak.

“Keadaan ini sering terjadi pada masa-masa sekarang yaitu yang disebut dengan masa peralihan musim,” katanya.

BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi hujan ringan hingga sedang tapi tidak merata meliputi Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Subulussalam dan Aceh Tenggara. Sementara 14 kabupaten/kota yang lain di Provinsi Aceh diprediksikan hingga tiga hari kedepan cerah berawan.

“Dengan kondisi cuaca yang seperti ini, maka perlu kami ingatkan waspada terhadap munculnya titik panas atau Karhutla. Demikian juga rentan terhadap kebakaran rumah atau gedung lainnya terutama yang terbuat dari kayu,” ujarnya.

Hal itu lanjut dia juga didukung dengan naiknya suhu maksimum udara mencapai 33.0 °C, sedangkan uap air di udara semakin berkurang yaitu relatif huminity (RH) minimum turun pada angka 58 persen.

“Ini artinya udara kita semakin kering,” kata Zakaria

Editor : Donald Karouw