get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengungsi Banjir Bandang di Gayo Lues Aceh Gelar Pengajian Sambut Tahun Baru

Banjir Bandang Terjang Gayo Lues di Awal 2026, Ribuan Hektare Sawah Terendam Lumpur

Kamis, 01 Januari 2026 - 14:26:00 WIB
Banjir Bandang Terjang Gayo Lues di Awal 2026, Ribuan Hektare Sawah Terendam Lumpur
Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Gayo Lues, Aceh di awal 2026, Kamis (1/1/2026). (Foto: iNews)

GAYO LUES, iNews.idBanjir bandang kembali menerjang Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bencana yang terjadi di awal 2026 itu, dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak satu hari terakhir. 

Hal itu membuat Sungai Tripa meluap hingga mengakibatkan air bercampur material lumpur menerjang permukiman dan melumpuhkan akses transportasi.

Kondisi terparah terpantau di Desa Kuta Lintang, Kecamatan Blangkejeren. Ruas jalan utama di wilayah tersebut tertutup aliran air yang sangat deras, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Aktivitas warga yang sedianya merayakan awal tahun harus terganggu total. Beberapa pengendara yang nekat menerobos banjir dilaporkan sempat terjebak di tengah derasnya arus. Akibatnya, antrean kendaraan tak terhindarkan, dan banyak warga terpaksa memutar balik mencari jalur alternatif yang lebih aman. 

"Banjir datang sangat cepat. Jalan tidak bisa dilewati sama sekali, arus airnya terlalu kuat dan membahayakan pengendara," ujar Ramadan, salah seorang warga setempat, Kamis (1/1/2026).

Dampak banjir bandang kali ini tidak hanya merusak bangunan rumah warga, tetapi juga menghancurkan sektor pertanian. Ribuan hektare lahan persawahan dan perkebunan warga kini tertimbun material lumpur, batu, dan potongan kayu gelondongan. 

Kondisi ini membuat para petani dipastikan gagal garap lahan dalam waktu dekat. Warga kini hanya bisa pasrah melihat lahan pencaharian mereka tertutup sisa-sisa material banjir bandang.

Masyarakat Gayo Lues kini sangat berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk segera melakukan pemulihan pascabencana. Warga mendesak dilakukannya normalisasi aliran Sungai Tripa guna mengembalikan arus air ke jalurnya dan mencegah bencana serupa terulang kembali.

Hingga kini, petugas BPBD masih bersiaga di lokasi-lokasi rawan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material yang menutup badan jalan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut