Bupati Aceh Barat Minta Masyarakat Tak Berbusana Islami Tidak Dilayani

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 20:21 WIB
Bupati Aceh Barat Minta Masyarakat Tak Berbusana Islami Tidak Dilayani
Hukuman cambuk merupakan slah satu bentuk penerapan Syariat Islam di Aceh. Bupati Aceh Barat Ramli MS mengingatkan warga Muslim yang mengurus administrasi kependudukan berpakaian Islami sebagai penerapan Syariat Islam. (Foto: iNews/Armia Jamil)

BANDA ACEH, iNews.id – Bupati Aceh Barat Ramli MS meminta seluruh instansi di daerah tersebut tidak melayani pengurusan administrasi kependudukan terhadap masyarakat muslim yang tidak menggunakan busana secara Islami.

“Kalau ada pejabat atau kepala dinas yang melayani warga muslim, tapi tidak memakai busana secara Islami, dia akan saya copot dari jabatannya,” kata Ramli di Meulaboh, Jumat (7/12/2018).

Ramli mengatakan, kebijakan itu khusus bagi umat muslim dalam pengurusan e-KTP, Kartu Keluarga (KK), dan berbagai data administrasi lainnya. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari mengoptimalkan penerapan syariat Islam di daerah setempat.

Saat ini, Pemkab Aceh Barat sedang giat-giatnya menggencarkan penerapan syariat Islam secara lebih baik dan menyeluruh di masyarakat. Para aparatur sipil negara (ASN) juga diminta berbusana secara Islami.

“Setiap pejabat atau kepala dinas maupun aparatur sipil negara perempuan yang bekerja di instansi pemerintah, juga sudah mulai mengenakan pakaian secara Islami yakni tidak berpakaian ketat dan menutup aurat,” paparnya.

Dia juga menegaskan, aturan tersebut hanya berlaku bagi masyarakat muslim di daerah setempat dan tidak berlaku bagi warga nonmuslim yang akan mengurus e-KTP, KK atau pengurusan berbagai administrasi lainnya. “Bagi nonmuslim, aturan wajib berbusana muslim ini tidak berlaku, tapi tetap sopan,” katanya.

Ramli mengatakan, aturan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat itu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.


Editor : Maria Christina