Dihukum Cambuk 2015 Kali, 2 Terpidana Merintih Kesakitan

Armia Jamil ยท Jumat, 23 Maret 2018 - 18:01 WIB
Dihukum Cambuk 2015 Kali, 2 Terpidana Merintih Kesakitan
Salah satu terpidana merintih kesakitan saat dihukum cambuk petugas di halaman Masjid Agung Islamic Center, Kota Lhokseumawe. (Foto: iNews/Armia Jamil)

LHOKSEUMAWE, iNews.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Provinsi Aceh, melakukan eksekusi hukuman cambuk terhadap dua terpidana yang melanggar qanun atau peraturan Syariat Islam, Jumat sore (23/3/2018). Hukuman cambuk sebanyak 215 kali ini sempat dihentikan beberapa kali karena keduanya merintih kesakitan.

Eksekusi cambuk ini dilakukan di halaman Masjid Agung Islamic Center, Kota Lhokseumawe, setelah Salat Jumat, dan disaksikan oleh ratusan masyarakat. Kedua terhukum cambuk tersebut terbukti melakukan perbuatan jarimah atau zina terhadap anak di bawah umur.

Salah satu terpidana M Adi Bin Zakaria, dihukum cambuk sebanyak 105 kali. M Adi tampak merintih kesakitan di atas panggung sehingga hukuman cambuknya terpaksa dihentikan petugas. Setelah beristirahat sejenak, petugas melanjutkan eksekusi.

Sementara seorang terpidana lagi, Muhammad Asyura Bin Abubakar, dihukum cambuk sebanyak 110 kali. Sama halnya dengan M Adi, petugas juga sempat menghentikan hukuman cambuk beberapa kali karena terpidana merintih kesakitan.

“Kedua terpidana dihukum cambuk karena telah melanggar pasal 34 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan Hukuman Uqubat cambuk di hadapan umum. Mereka berzinah dengan anak tahun 2017,” kata Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe Al-Muhajir.

Al-Muhajir mengatakan, dalam melakukan eksekusi hukuman cambuk, petugas juga mempertimbangkan kondisi terpidana. Petugas akan menanyakan kepada terpidana apakah masih sanggup melaksanakan hukumannya. Jika tidak sanggup lagi, maka hukuman akan ditunda.

“Kalau masih sanggup ya dilanjutkan, kalau tidak sanggup, mereka akan dibawa dulu ke LP dan eksekusi baru dilakukan jika kondisinya sudah memungkinkan. Sama seperti tadi, petugas juga sudah nanya ke kedua terpidananya dan mereka bilang masih sanggu. Soalnya terpidana juga pasti ingin cepat-cepat selesai hukumannya,” paparnya.

Kedua terpidana hukuman cambuk juga telah dipotong masa tahanan. Setelah dicambuk, keduanya dinyatakan bebas dari hukuman. Kejari Lhokseumawe dalam waktu dekat juga akan melakukan eksekusi hukuman cambuk pada tiga terpidana lain yang melanggar Qanun Aceh.


Editor : Maria Christina