Jembatan Penyeberangan Nelayan di Pidie Jaya Rusak Parah, Rawan Kecelakaan 

Jamal Pangwa · Selasa, 10 Agustus 2021 - 13:42:00 WIB
Jembatan Penyeberangan Nelayan di Pidie Jaya Rusak Parah, Rawan Kecelakaan 
Jembatan kayu yang dilalui warga nelayan di Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, rawan kecelakaan. Jembatan sudah rapuh dan banyak warga terjatuh karena kondisi reyot. Foto: iNews.id/Jamal Pangwa

PIDIE JAYA, iNews.id - Jembatan kayu sepanjang 50 meter lebih di Pidie Jaya, Aceh, yang dibangun oleh pemerintah beberapa tahun lalu kini rusak parah. Kondisi jembatan rapuh dan rawan kecelakaan karena sudah banyak warga terjatuh.

Kondisi jembatan yang sebagian lantainya berbahan papan sudah rusak, kayu-kayu penyangga patah dan rawan ambruk. Dikhawatirkan warga yang melintasi jembatan terjatuh karena kondisi jembatan reyot.

"Kami berharap pemerintah membangun kembali jembatan ini agar kami bisa melewati dan untuk mengangkut hasil tangkapan para nelayan," kata seorang nelayan di Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Mus, Selasa (10/8/2021).

Warga sekitar, kata Mus, mengandalkan jembatan untuk melintas. Khususnya pada musim air pasang yang selalu dimanfaatkan nelayan untuk melaut. 

"Kami mau tak mau dengan terpaksa harus menyebrrang dengan jembatan yang rusak parah ini meskipun penuh resiko yang sangat bahaya. Apalagi di musim air pasang, kami harus keluar melaut untuk bisa melewatkan boat di kuala yang dangkal," kata Mus.

Mus mengatakan, warga tetap memanfaatkan jembatan yang sudah tidak layak untuk dilalui itu karena tidak ada akses lain. Pada musim air pasang, nelayan melintasi akses jembatan untuk menuju laut pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Mus menyebutkan, seorang nelayan mengendarai motor membawa hasil laut pernah terjatuh karena jembatan tak kuat menahan beban. Alhasil nelayan bersama motor dan hasil tangkapannya tercebur ke sungai.

"Bahkan sudah beberapa kali orang jatuh ke sungai saat melewati jembatan rusak ini. Jembatan ini bahkan sudah berapa kali diperbaiki secara swadaya olah masyarakat nelayan supaya mereka nyaman untuk melewatinya, tapi kita tak bisa lagi perbaiki karena sudah terlalu parah rusaknya," tuturnya.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: