Kawasan Kumuh di Desa Jawa Lama dan Hagu Selatan Kini Jadi Destinasi Unggulan Lhokseumawe

Antara · Jumat, 30 Juli 2021 - 16:36:00 WIB
Kawasan Kumuh di Desa Jawa Lama dan Hagu Selatan Kini Jadi Destinasi Unggulan Lhokseumawe
Pantai Jagu di Desa Jawa Lama dan Desa Hagu Selatan, Kota Lhokseumawe, Kamis (29/7/2021). Pantai tersebut dulunya kawasan kumuh, kini berubah menjadi destinasi wisata pantai. Foto: Antara/Dedy Syahputra

BANDA ACEH, iNews.id - Kawasan kumuh di Desa Jawa Lama dan Desah Hagu Selatan kini jadi destinasi unggulan Lhokseumawe, Aceh. Kawasan tersebut kini dikenal dengan nama Pantai Jagu dan mulai ramai dikunjungi warga.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Lhokseumawe, Salahuddin, pembangunan kawasan wisata Pantai Jagu ini merupakan program kota tanpa kumuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Adanya lokasi wisata, membuat ekonomi masyarakat menggeliat dan yang terpenting lagi, kawasan yang dulunya kumuh kini sudah terlihat bersih.

"Kawasan kumuh itu kini menjadi destinasi wisata Pantai Jagu. Kawasan itu dikembangkan menjadi wisata bahari Selat Malaka Kota Lhokseumawe dan menjadi solusi membangkitkan ekonomi masyarakat terpuruknya akibat pandemi Covid-19," kata Salahuddin, Kamis (29/7/2021).

Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Fitriansyah mengatakan, setelah kawasan kumuh tersebut disulap menjadi lokasi wisata, pihaknya bersama Pemkot Lhokseumawe juga akan mengembangkan pusat bisnis di tempat itu. Masyarakat bisa menjajakan kuliner untuk pelancong.

"Di lokasi wisata ini akan dijadikan pusat bisnis masyarakat seperti bisnis kuliner dan bengkel bagi perahu nelayan, dan kegiatan perekonomian lainnya," kata dia.

Fitriansyah mengatakan, Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe telah membantu kontainer untuk digunakan sebagai tempat bengkel nelayan. Dengan adanya pembangunan Pantai Jagu, kawasan kumuh di Lhokseumawe kini tersisa delapan hektare.

"Pengembangan kawasan kumuh menjadi lokasi wisata tersebut mendapatkan apresiasi dari Pemkot Lhokseumawe. Kini, kawasan kumuh di Kota Lhokseumawe tersisa delapan hektare dari sebelumnya mencapai 116 hektare," ujarnya.

Editor : Erwin C Sihombing