get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengungsi Banjir Bandang di Gayo Lues Aceh Gelar Pengajian Sambut Tahun Baru

Legenda Banta Seudang, Cerita Perjalanan Anak Demi Sembuhkan Ayah yang Buta

Rabu, 25 Januari 2023 - 14:25:00 WIB
Legenda Banta Seudang, Cerita Perjalanan Anak Demi Sembuhkan Ayah yang Buta
Ilustrasi cerita Legenda Banta Seudang (Pixabay)

JAKARTA, iNews.id - Legenda Banta Seudang merupakan cerita rakyat dari Provinsi Aceh. Legenda ini menceritakan bagaimana seorang anak yang ingin menyembuhkan ayah sekaligus rajanya dari kebutaan.

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (25/1/2023), kisah ini berawal ketika ada seorang raja yang baik hati, adil serta bijaksana hidup di wilayah Aceh. Hidupnya nyaris sempurna, karena dia memiliki istri atau permaisuri yang cantik jelita.

Tak hanya itu, dalam hitungan hari dia akan akan mempunyai seorang anak lantaran istrinya sedang hamil tua. Namun, saat anaknya akan lahir, sang raja ini pergi berburu ke hutan.

Namun, nasib raja sedang sial. Dia mengalami kecelakaan sehingga kedua matanya tercolok ranting. Dia pun mengalami kebutaan. Tak lama, anaknya pun lahir dan diberi nama Banta Seudang. Pilu bagi sang raja, karena buta dia tidak bisa melihat wajah imut bayinya.

Lantaran mengalami kebutaan, sang raja akhirnya menyerahkan pucuk kepemimpanannya kepada sang adik. Sang adik dipercaya untuk mengatur jalannya roda pemerintahan di kerajaan itu. Adiknya pun memberikan rumah untuk kakaknya, anak dan istrinya.

Waktu pun berlalu. Banta Seudang pun tumbuh menjadi anak laki-laki yang cerdas. Dia kemudian ingin bersekolah lantaran usianya sudah cukup.

Banta pun bertanya ke ibunya, siapa yang membiayai keluarganya. Padahal selama ini sang ayah buta dan tidak bia bekerja. Ibunya pun memberitahu jika selama ini hidupnya dibiayai oleh adik ayahnya yang merupakan raja.

Banta Seudang pun berpikir jika sang raja baik hati. Dia bersama ibunya kemudian pergi untuk menghadap sang raja. Tujuannya agar Banta dibiayai untuk bisa sekolah.

Namun, permintaan tersebut ditolakoleh sang raja. Tak hanya itu, adik dari ayahnya itu pun mencibir jika mereka tidak tahu diri.

Melihat hal itu, ibunya Banta pun sedih. Sejak kejadian itu, dia bertekad untuk mencari obat untuk menyembuhkan penyakit buta ayahnya.

Perjalanan Banta Seudang pun dimulai. Dengan restu sang ibu, dia mulai berjalan menembus hutan, lautan hingga pegunungan. Berbulan-bulan berjalan, dia akhirnya tiba di sebuah hutan.

Uniknya, di dalam hutan sebuah balai. Lantaran lelah, dia memutuskan untuk beristirahat di sana. Saat sedang bersantai, dia melihat ada orang-orang yang mengenakan jubah putih datang ke balai. Mereka datang untuk melaksanakan salat Ashar berjamaah. Usai salat, orang berjubah putih pun hilang dalam sekejap.

Banta Seudang kemudian mempunyai ide. Dia akan memegang tangan sang imam ketika mereka datang. Dia pun menunggu hingga salat magrib tiba.

Waktu magrib pun tiba, dia kemudian melakukan rencananya. Dia memagang tangan sang imam yang mengenakan jubah putih itu.

Ternyata sang imam memahami apa tujuan dari Banta Seudang yakni mencari obat untuk menyembuhkan kebutaan dari ayahnya. Sang imam kemudian meminta Banta untuk mencari dan menaiki seekor gajah putih.

Banta pun menemukan gajah putih tersebut dan menaikinya. Selama beberapa hari, dia mengikuti langkah kaki sang gajah.  Di perjalanan, dia kemudian bertemu Mak Toyo.

Mak Toyo merupakan seorang kuncen taman yang dimiliki oleh raja yang berkuasa di wilayah itu. Di taman tersebut, terdapat sebuah kolam yang di bawahnya tumbuh bunga bengkawali. Bunga inilah yang dipercaya bisa menyembuhkan kebutaan ayahnya.

Selain itu,kolam tersebut juga biasa digunakan oleh tujuh anak raja untuk mandi dan berendam setiap hari Jumat.

Hari Jumat pun tiba, tujuh putri raja datang ke kolam taman untuk mandi dan bermain air. Ketika mereka selesai mandi dan kembali ke kerajaan, Mak Toyo pun beraksi.

Dia menepukkan tangannya ke air kolam sebanyak tiga kali. Dan... ajaibnya bunga bengkawali muncul dari kolam lalu diberikan ke Banta Seudang.

Setelah mendapatkan bunga Bengkawali, Banta Seudang tidak langsung pulang. Dia meminta menginap beberapa hari di rumah Mak Toyo.

Hingga ketika hari Jumat depan tiba. Para putri raja pun kembali mandi di kolam itu. Banta pun dengan cerdiknya menyelinap dan mengambil selendang terbang milik salah satu putri.

Alhasil, putri itu tidak bisa pulang ke kerajaanya. Dia kemudian menginap di rumah Mak Toyo. Seiring berjalannya waktu, sang putri ternyata jatuh cinta ke Banta Seudang. Akhirnya keduanya menikah.

Setelah sah menjadi suami istri, Banta Suedang dan istrinya yang cantik pergi pulang ke rumah ayahnya. Dia kemudian memberikan  bunga bengkawali untuk direndam.

Air bekas rendaman itu kemudian diusapkan ke mata sang ayah. Hasilnya, sang ayah sembuh dari kebutaan. Lantaran sudah sehat, dia kembali merebut kekuasaann dari sang adik.

Batan istri dan ibunya pun senang ayahnya kembali sehat dan menjadi raja. Tak hanya mereka, seluruh rakyat di kerajaan itu juga turut bahagia karena raja yang adil dan bijaksana kembali berkuasa.

Editor: Nur Ichsan Yuniarto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut