Mantan Kombatan GAM Gelar Silaturahmi di Aceh, Polisi Pantau Lokasi

Muhammad Jafar Yusuf · Minggu, 04 April 2021 - 18:02:00 WIB
Mantan Kombatan GAM Gelar Silaturahmi di Aceh, Polisi Pantau Lokasi
Silaturahmi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh, Aceh Utara dipantau petugas kepolisian. (Foto: iNews/Muhammad Jafar)

LHOKSEUMAWE, iNews.id - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menggelar silaturahmi di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Kegiatan itu dipantau ratusan petugas kepolisian Polres Lhokseumawe.

Para kombatan yang tergabung dalam Komite Muallimin Aceh itu menggelar silaturahmi yang dihadiri oleh mantan Panglima GAM di seluruh Aceh. Para kombatan yang hadir itu pernah dilatih bersama di Libya.

Informasi yang diperoleh, silaturahmi di kompleks makam itu digelar menyambut bulan suci Ramadan.

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pasee, Tengku Zulkarnaini yang juga mantan kombatan GAM yang pernah dididik di Libya mengatakan pemerintah Indonesia tak perlu risau dengan silaturahmi tersebut. Pertemuan tersebut hanya kegiatan berdoa dan zikir bersama jelang Ramadan.

"Pasca-MoU kesepakatan damai Indonesia dan GAM, rakyat Aceh terus memperjuangkan kesejahteraannya sesuai poin-poin di UUPA. Pembatalan agenda politik Pilkada 2022 tetap menjadi pertanyaan bersama dan tidak ada uang untuk pelaksanaan bukan alasan mutlak. Pihak legislatif Aceh juga harus memahami dan memperjuangkan kekhususan Aceh, terkait pelaksanaan pilkada," ujar pria yang akrab disapa Tengku Nie ini, Minggu (4/4/2021).

Mantan Panglima GAM wilayah Pasee ini juga menyoroti kemiskinan rakyat Aceh. Dia meminta pemerintah daerah Aceh, anggota DPRA dari Partai Aceh memperjuangkan aspirasi rakyat. 

"Pemerintah Aceh, dan utusan DPRA dari Partai Aceh harus terus memperjuangkan dan menampung aspirasi masyarakat. Di antaranya pembangunan jembatan-jembatan dan jalanan rusak, rumah dhuafa, dan bencana kekeringan yang melanda persawahan petani di pedesaan saat kemarau tiba," katanya.

Editor : Reza Yunanto