Mucikari di Aceh Ini Sujud Syukur Usai Jalani Hukuman Cambuk

Jamal Usis ยท Jumat, 19 Januari 2018 - 17:28 WIB
Mucikari di Aceh Ini Sujud Syukur Usai Jalani Hukuman Cambuk
Terdakwa pelanggar syariat islam menjalani hukuman cambuk di halaman Mesjid Baitussalihin Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, Jumat (19/1/2018) siang. (Foto: iNews/Jamal Usis)

BANDA ACEH, iNews.id - Kejaksaan Negeri Kota Banda Aceh, menjatuhkan hukuman cambuk bagi sejumlah pelanggaran Syariat Islam di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Eksekusi cambuk ini dilakukan di muka umum di halaman Mesjid Baitussalihin, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Jumat (19/1/2018) siang.

Salah satu yang dieksekusi merupakan mucikari atau germo pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan PSK melalui media sosial (online). Terdakwa bernama Andra Irawan Ben Damin ini menjalani hukuman cambuk sebanyak 37 kali, setelah dipotong masa tahanan tiga kali. Dia dieksekusi lantaran terbukti menjadi fasilitator transaksi PSK melalui media sosial.  

Usai di cambuk, Andra Irawan melakukan sujud syukur di muka umum. Dia kemudian digiring ke dalam mesjid. Ekseskusi cambuk yang digelar usai Salat Jumat ini, selain dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Banda Aceh, juga disaksikan seribuan masyarakat di Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh.

Terdakwa Andra Irawan melakukan sujud syukur di muka umum setelah menjalani hukuman cambuk 37 kali. (Foto: iNews/Jamal Usis)


Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyebutkan, eksekusi cambuk tersebut sebagai efek jera dan pembelajaran bagi yang lain. Pemerintah Kota Banda Aceh juga mengingatkan pengelola hotel untuk tidak memfasilitasi kegiatan yang melanggar Syariat Islam di Banda Aceh. Karena pihaknya akan bersikap tegas jika kemudian ditemukan adanya pelanggaran syariat di hotel kawasan Kota Banda Aceh.

“Kalau hotel sudah kami panggil dan peringatkan untuk tidak melakukan pelanggaran syariat. Jika ada ditemukan hotel yang melanggar syariat tolong laporkan kepada kami akan kami cabut izinnya,” ucap Aminullah.

Selain Andra Irawan, eksekusi cambuk ini juga ikut dilakukan bagi sepasang remaja tanpa ikatan nikah yang kedapatan melakukan ikhtilat (bermesraan) di muka umum. Keduannya dihukum cambuk 23 kali cambukan. Selain itu hukuman cambuk juga dijatuhkan kepada enam orang yang terbukti bermain judi, serta satu orang yang kedapatan saat sedang minum minuman keras.

Untuk diketahui, Aceh adalah salah satu daerah yang diberikan keistimewaan untuk menerapkan hukum Islam. Salah satu aturan yang diterapkan adalah hukum cambuk. Namun aturan mengenai hukuman cambuk ini berulang kali menimbulkan kontroversi. Pasalnya, pemberlakuan hukuman cambuk dianggap tidak kondusif bagi iklim investasi di Aceh.


Editor : Himas Puspito Putra