Polda Aceh Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, 61 Kg Sabu Disita

Umaya Khusniah ยท Rabu, 06 Januari 2021 - 18:15:00 WIB
Polda Aceh Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, 61 Kg Sabu Disita
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada menunjukkan barang bukti sabu saat konferensi pers di Aula Serbaguna Mapolda Aceh, Rabu (6/1/2021). (Foto: iNews/Humas Polda Aceh)

BANDA ACEH, iNews.id - Polda Aceh mengungkap kasus narkotika jenis sabu jaringan internasional dengan barang bukti seberat 61 kilogram (kg). Pengungkapan kasus tersebut terjadi di dua lokasi, yaitu di depan terminal Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dan di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Kasus narkotika jenis sabu jaringan internasional tersebut diungkap pada Jumat (1/1/2020). Pengungkapan kasus melibatkan personel gabungan Ditres Narkoba Polda Aceh dibantu oleh personel Polres Aceh Timur, Polres Lhoksemawe dan Polres Aceh Utara.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada mengatakan, pengungkapan puluhan kilogram narkotika tersebut berawal dari adanya informasi yang diterima personel gabungan Polda Aceh beserta jajaran tentang pendaratan narkotika via laut oleh pelaku jaringan International.

Kemudian tim gabungan melakukan penghadangan. Petugas memberhentikan mobil yang diduga kurir tersebut di depan terminal Lhoksukon, Aceh Utara. Dalam penghadangan tersebut petugas berhasil menangkap lima orang tersangka dan didapati 15 kg sabu.

"Di TKP Lhoksukon, petugas berhasil mengamankan 15 kg sabu beserta lima orang tersangka, yaitu FKH (29), AMD (27), ND (55), EDF (28), dan MHD (35)," kata Kapolda saat konferensi pers di Aula Serbaguna Mapolda Aceh, Rabu (6/1/2021). 

Tim opsnal kemudian melakukan pengembangan dan menangkap satu tersangka lainnya berinisial RS (41) di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur. Petugas juga mengamankan 46 kg sabu.
 
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas di TKP Lhoksukon berupa narkotika jenis sabu seberat 15 kg, 3 unit HP Nokia, 1 unit HP Android, 1 unit mobil Daihatsu Xenia dengan Nopol BL 1601 BN, 1 unit HP satelit merk Thuraya, 1 unit GPS, dan 1 unit boat nelayan jenis Oskadon.

Di TKP Aceh Timur petugas juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 46 kg, 1 pucuk senjata api jenis revolver beserta 5 butir amunisi, 1 unit mobil Honda CRV dengan Nopol BK 1348 AAS, 2 unit HP Nokia kecil, dan 1 unit HP Vivo.

Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), subs pasal 115 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat pidana penjara 5 tahun, paling lama 20 tahun dan terberat pidana mati.

Editor : Maria Christina