Sakit Perut, ABK Asal Rusia Dievakuasi di Aceh

Antara · Selasa, 27 April 2021 - 18:05:00 WIB
Sakit Perut, ABK Asal Rusia Dievakuasi di Aceh
Tim SAR mengevakuasi warga negara Rusia dari kapal tanker di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (27/4/2021). Foto: Antara

BANDA ACEH, iNews.id - Seorang anak buah kapal (ABK) berwarganegara Rusia, Alexander Melnik (32) harus dievakuasi dari Kapal Tanker MT Hulda Mearsk berbendara Denmark, di Selat Benggala, Pulau Weh, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Adah Sudarsa, mengatakan, Melnik mengalami rasa sakit pada perut bagian kanan, ketika Kapal Tanker MT Hulda Mearsk tengah menuju Terusan Suez dari Port Klang, Malaysia.

"Tim SAR yang melakukan evakuasi menggunakan alat pelindung diri lengkap guna mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. Sebelum dievakuasi, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan kesehatan," kata Adah Sudarsa, di Banda Aceh, Selasa (27/4/2021).

Evakuasi berlangsung di Selat Benggala, di perairan antara Pulau Weh, Kota Sabang dengan Kepulauan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Evakuasi menggunakan dua perahu karet jenis RIB dari Pelabuhan Ulee Lheue

Adah Sudarsa menjelaskan, pihaknya mengevakuasi Melnik setelah menerima informasi dari kapten kapal MT Hulda Mearsk via surat elektronik yang menyebutkan seorang anak buah kapal sakit dan membutuhkan perawatan medis.

"Dari informasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh menggelar operasi SAR yang melibatkan berbagai pihak terkait. Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh," ujarnya.

Koordinator Wilayah Kerja Pelabuhan Ulee Lheue-Lhoknga Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh Fery Irawan mengatakan WN Rusia tersebut diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diturunkan dari kapal MT Hulda Mearsk.

"Dari hasil pemeriksaan dilakukan, tidak ditemukan penyakit menular dari WN Rusia tersebut. Suhu tubuhnya normal dan hanya sakit di bagian perut, sehingga diperbolehkan dievakuasi," kata dia.

Editor : Erwin Sihombing