Sebar Video Porno Hasil Perzinahan, Pasangan Selingkuh Ini Ditangkap

Antara ยท Selasa, 26 Juni 2018 - 18:11 WIB
Sebar Video Porno Hasil Perzinahan, Pasangan Selingkuh Ini Ditangkap
Ilustrasi video porno. (Foto: Okezone)

LHOKSEUMAWE, iNews.id - Jajaran Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menangkap pasangan selingkuh yang menyebarluaskan video porno hasil perbuatan zina mereka. Kedua pelaku sudah beberapa kali berhubungan intim dan merekam aksinya.

Kapolres Lhokseumawe melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, pihaknya menangkap pasangan zina sekaligus pemeran rekaman video porno pada Senin (25/6/2018) di wilayah Aceh Utara.

“Masing-masing pelaku yang sudah berkeluarga itu berinisial IS (32) warga Kecamatan Sawang dan pelaku wanita berinisial FT (28) warga Kecamatan Muara Batu,” kata Budi di Lhokseumawe, Selasa (26/6/2018).

Budi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku sudah beberapa kali berhubungan intim dan merekam aksinya itu. Mereka juga memalsukan indentitas dan melakukan perkawinan siri bahkan pernah tinggal bersama beberapa waktu.

Kedua tersangka ditangkap atas laporan suami dari pelaku wanita kepada polisi. Menurut keterangan pelapor, dirinya dihubungi oleh terlapor (pelaku pria) melalui whatshapp, yang menjelaskan bahwa istrinya telah berhubungan badan dengan orang lain.

"Selain memberitahu perselingkuhan FT kepada suaminya. Pelaku pria juga mengirimkan foto dan video vulgar/tidak senonoh kepada suami FT, dengan harapan agar suaminya membenci isterinya. Karena merasa dirugikan dan juga malu, suami FT melaporkan hal tersebut kepada polisi," kata Budi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung menyeliki dan berhasil menangkap pelaku. Sejumlah barang bukti antara lain, satu unit ponsel, satu lembar Surat Keterangan Nikah dan satu lembar handuk warna merah ikut diamankan.

Perbuatan pelaku dianggap melanggar dua aturan hukum yang berlaku, yakni melanggar Pasal 33 ayat 1, ayat 2 dari Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan juga dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 Tahun 2016 sebagaimana perubahan Pasal Nomor 8 Tahun 2008 tentang ITE.

"Untuk ancaman hukuman jinayat adalah cambuk dimuka umum karena melakukan perzinahan. Sedangkan untuk ancaman hukuman kurungan penjara adalah karena melanggar UU ITE No.19 tahun 2016," kata Budi.


Editor : Himas Puspito Putra