Terancam Direlokasi, Ratusan Warga Dzikir di Halaman Kantor Bupati Bener Meriah

Yusradi Yusuf ยท Rabu, 14 Juli 2021 - 11:53:00 WIB
Terancam Direlokasi, Ratusan Warga Dzikir di Halaman Kantor Bupati Bener Meriah
Warga dari Desa Rikit Musara, Kecamatan Permata dan Pasir Putih, kecamatan Syiah Utama, menggelar dzikir di halaman kantor Bupati Bener Meriah, Selasa (13/7/2021). Foto: iNews.id/Yusradi Yusuf

BENER MERIAH, iNews.id - Ratusan warga Bener Meriah menggelar dzikir di halaman kantor Bupati. Warga dari Desa Rikit Musara, Kecamatan Permata dan Pasir Putih, kecamatan Syiah Utama, dzikir untuk menolak keputusan gubernur mengenai batas daerah yang memasukan dua kecamatan tersebut dalam wilayah Aceh Utara.

Ratusan warga bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdes) menggelar aksi di hadapan Bupati dan Ketua DPRD Bener Meriah karena terancam direlokasi. Mereka memasang spanduk-spanduk penolakan dan berharap Pemkab Bener Meriah tegas dalam menyelesaikan sengketa tapal batas.

"Bener Meriah, kabupaten yang sudah berumur 15 tahun, akan kehilangan wilayah kurang lebih 10 ribu hektare. Kami tidak menginginkan hal tersebut," kata Ketua Apdesi Bener Meriah, Zuhra, Selasa (13/7/2021).

Zuhra mengatakan, aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap keputusan Gubernur Aceh tentang penetapan batal batas. Dia berharap pemerintah pusat memerhatikan penolakan warga ini. 

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor:  135.6/1267/2018 tentang Penyelesaian Batas Daerah antara Aceh Utara dan Bener Meriah, wilayah Desa Rikit Musara dan Desa Pasir Putih masuk dalam peta Aceh Utara. Berdasarkan surat tersebut, warga di dua desa harus melakukan perubahan administrasi kependudukan sebagai warga Aceh Utara atau akan direlokasi ke desa lain di Bener Meriah.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami, menerangkan, persoalan tapal batas ini tidak menemui titik temu antara Aceh Utara dengan Bener Meriah sehingga diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memutuskan. Namun dia mengaku tidak menyetujui masuknya dua desa di dua kecamatan Bener Meriah ke wilayah Aceh Utara.

"Saya tidak setuju atas apa yang sudah ditandatangani oleh Bupati sebelumnya," kata dia.

Editor : Erwin C Sihombing