9 Urutan Gelar Bangsawan Aceh, Ada yang Masih Digunakan hingga Saat Ini

Sintia Putri Balqis ยท Selasa, 20 September 2022 - 18:30:00 WIB
9 Urutan Gelar Bangsawan Aceh, Ada yang Masih Digunakan hingga Saat Ini
Gelar bangsawan Aceh. Baju adat Aceh (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Urutan gelar bangsawan Aceh sangat beragam. Gelar ini diberikan karena adanya hubungan kekerabatan. 

Aceh dulunya merupakan kerajaan dan hingga saat ini sejarah kerajaan masih dibawa dalam bentuk tradisi. Tradisi tersebut dijalankan di kehidupan. Salah satunya adalah urutan gelar yang ada di Bangsawan Aceh. 

Lalu, bagaimana urutan gelar Bangsawan Aceh:

Laksamana

Gelar Laksamana diambil dari bahasa Melayu. Arti dari gelar ini adalah panglima tertinggi dalam bidang kelautan. Hingga saat ini, gelar Laksamana masih digunakan untuk bidang militer laut. 

Tak hanya itu, gelar ini juga digunakan sebagai pangkat tertinggi Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Meurah

Meurah adalah gelar raja-raja yang ada di Aceh. Sebelum Islam datang ke Aceh, gelar Meurah digunakan oleh masyarakat Aceh untuk menyebut raja-rajanya. 

Dalam bahasa Gayo, disebut Marah, seperti Marah Silu, Pendiri Kerajaan Samudera Pasai. Namun, seiring dengan kedatangan agama Islam, gelar Meurah ini diganti menjadi Sultan. 

Teungku

Gelar selanjutnya yaitu Teungku. Gelar ini digunakan untuk menyapa golongan orang yang berilmu. 

Namun, ada pula pendapat berbeda yang menyatakan bahwa Teungku digunakan untuk menyapa para santri yang bukan ulama, dipergunakan juga untuk menyapa mualim, atau bisa juga dipergunakan untuk pria dan wanita yang memberi pengajaran dasar mengaji Al-Quran.

Dari beberapa sumber dan pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Teungku adalah panggilan untuk menyapa orang yang berilmu. 

Teuku

Teuku terkadang sering disamakan dengan Teungku. Padahal dua gelar ini memiliki maksud dan tujuan sapaan yang berbeda. Teuku adalah gelar ningrat atau bangsawan untuk kaum pria di Aceh yang memimpin wilayah Nanggroe atau Kenegerian. 

Biasanya gelar ini diperuntukkan untuk keluarga Uleebalang. Sampai saat ini, gelar Teuku masih digunakan oleh masyarakat Aceh. 

Panglima Laot

Panglima Laot merupakan suatu struktur adat di kalangan masyarakat nelayan di Aceh. Orang dengan gelar ini bertugas memimpin persekutuan adat pengelola hukum adat laot. 

Hukum adat laot dikembangkan sesuai dengan syariah islam. Panglima laot menjadi penghubung antara nelayan dengan penguasa atau uleebalang. 

Syahbandar

Syahbandar adalah gelar untuk pejabat adat yang mengatur tentang pelabuhan, tambatan kapal atau perahu, lalu lintas angkatan laut, sungai dan danau dalam masyarakat adat aceh. 

Cut

Cut adalah gelar bangsawan yang sudah tak asing lagi ditelinga kita. Cut adalah gelar kebangsawanan di Aceh yang ditujukan untuk kaum perempuan. 

Gelar ini diturunkan sampai anak cucu jika perempuan dari kebangsawanan itu menikah dengan laki-laki yang berasal dari keluarga bangsawan pula, atau yang biasa disebut dengan ‘Teuku’. 
Sampai saat ini, gelar Cut masih banyak digunakan oleh masyarakat Aceh. 

Pocut

Urutan gelar bangsawan Aceh ke delapan adalah Pocut. Serupa dengan gelar Cut, Pocut juga diperuntukkan bagi sosok perempuan yang sifatnya turun temurun. 

Anak perempuan Pocut akan diturunkan jika dua keluarga bangsawan menikah. 

Syarifah

Syarifah adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada orang dari keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu nabi. Jika dalam garis keturunan masih tercatat keturunan nabi, maka untuk keturunan perempuan mendapat gelar syarifah. 

Gelar Syarifah banyak ditemui dihampir setiap kabupaten kota di Aceh. 

Inilah urutan gelar bangsawan Aceh. Beberapa di antaranya masih dipergunakan hingga saat ini.

Editor : Candra Setia Budi

Bagikan Artikel: