Warga Serang dan Bakar Kantor Polsek Bendahara di Aceh Tamiang

Okezone, Antara · Selasa, 23 Oktober 2018 - 17:49:00 WIB
Warga Serang dan Bakar Kantor Polsek Bendahara di Aceh Tamiang
Sejumlah warga membakar kantor Mapolsek Bendahara di Aceh Tamian, Provinsi Aceh, Selasa (23/10/2018). (Foto: Istimewa)

BANDA ACEH, iNews.id – Sejumlah warga menyerang dan merusak Kantor Polsek Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (23/10/2018). Aksi penyerangan ini diduga lantaran warga tidak terima ada kabar tersangka narkoba yang meninggal di tahanan.

Akibat serangan tersebut, sejumlah fasilitas kantor rusak. Selain itu, para penyerang juga membakar ruangan kantor yang ada di tempat itu.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar mengatakan, penyerangan mapolsek diduga dipicu meninggalnya seorang tersangka narkoba jenis sabu-sabu.

"Awalnya ada penangkapan tersangka sabu-sabu beserta barang buktinya pada Senin (22/10/2018) malam. Tersangka sempat menjalani pemeriksaan dan oleh tempat kejadian perkara," kata dia di Banda Aceh, Selasa (23/10/2018).

Namun tersangka meninggal dunia Selasa (23/10/2018) pagi. Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab kematian tersangka narkoba tersebut.

"Kami belum tahu detailnya bagaimana. Setelah beberapa kemudian, datang masyarakat menyerang Kantor Polsek Bendahara, merusaknya serta membakar sepeda motor," kata dia.

Beruntung, insiden tersebut cepat dicegah. Sejumlah pejabat dan personel Polres Aceh Tamiang langsung turun ke lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Penyebabnya masyarakat tidak terima tersangka meninggal dunia. Namun sampai kini belum ada warga yang ditahan. Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Muhajir sudah berdialog dengan tokoh masyarakat setempat," ucap dia.

Misbahul menyebutkan, kondisi di lapangan pascainsiden sudah kondusif. Pimpinan Polda memberikan atensi dalam kasus ini serta menindak anggota jika ada kesalahan prosedur.

"Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan sekitar serta tidak mudah terprovokasi pihak tidak bertanggung jawab," kata Misbahul.

Editor : Himas Puspito Putra

Bagikan Artikel: