"Tim yang diterjunkan sangat lengkap, terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga gizi, hingga tenaga kesehatan lingkungan. Fokus kami adalah mencegah munculnya penyakit pascabencana seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan," kata Edi.
Hingga saat ini, misi kemanusiaan tetap berjalan meskipun akses menuju pemukiman warga masih sangat terbatas akibat rusaknya infrastruktur jalan. Ambulans yang mogok rencananya akan dievakuasi dan diperbaiki setelah seluruh agenda pelayanan kesehatan di posko pengungsian selesai dilaksanakan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait