Sementara itu, pihak SPBU memastikan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi dari Pertamina. Panjangnya antrean dinilai lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat.
Pengawas SPBU Sandi Iswara Pratama mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat sebagian pengguna beralih menggunakan BBM bersubsidi. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan jumlah kendaraan yang mengantre di SPBU.
"Kuota pertalite itu 24.000 ton atau 24 Kl, setiap haru masuk kecuali Senin, malam Minggu," ujar Sandi.
Panjangnya antrean BBM menjadi tantangan bagi pihak terkait untuk menjaga distribusi tetap lancar. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan BBM bersubsidi, sedangkan meningkatnya permintaan membuat antrean di SPBU semakin panjang.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait