PIDIE JAYA, iNews.id – Dua kepala keluarga di Pidie Jaya, Aceh terpaksa tinggal di gubuk reyot ukuran tiga kali empat meter akibat keterbatasan ekonomi. Pemilik rumah bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan Rp100.000 - 150.000 per minggu.
Rumah yang lebih mirip kandang ternak ini milik Samsul Bahri. Dia merupakan warga Desa Meunasah Mee, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Gubuk ini dibangun menggunakan tiang bambu bekas. Sementara atapnya menggunakan plastik bekas. Dinding gubuk menggunakan kain spanduk bekas dan lantai masih berupa tanah.
Saat hujan tiba, rumah ini pun bocor di banyak tempat. Belum lagi embusan udara dingin yang masuk lewat sela-sela kain spanduk yang juga usang.
Di dalamnya ada dua kamar dengan kondisi yang tak kalah memprihatinkan. Parahnya lagi, rumah ini berdiri di atas lahan milik orang lain.
Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait