Ada lima orang yang tinggal di dalam gubuk ini. Mereka merupakan keluarga Samsul yang terdiri atas istri, anak, menantu serta cucu yang masih balita.
Samsul mengaku sudah 1,5 tahun mendiami gubuk ini. Penghasilannya sebagai nelayan di kapal milik orang lain tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi memperbaiki rumah.
“Penghasilan saya paling banyak Rp150.000 per bulan. Rumah ini berdiri di atas tanah milik orang,” katanya.
Melihat kondisi gubuk Samsul yang miris, sejumlah pemuda di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh mengumpulkan dana seadanya dari kantong pribadi untuk disalurkan kepada keluarga Samsul. Bantuan diberikan dalam bentuk sembako.
Para pemuda ini berharap ada dermawan yang mau membantu membangun satu unit rumah layak huni untuk keluarga malang ini.
Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait