Pada kesempatan itu, Tito merinci dampak bencana di Aceh Selatan. Sebanyak enam kecamatan dan 12 kampung terdampak, dengan 2.174 KK atau 5.940 jiwa harus dievakuasi ke empat titik pengungsian.
Selain itu, tiga kantor pemerintahan, tiga rumah ibadah, serta satu sekolah mengalami kerusakan parah. Jalan nasional yang menghubungkan Tapak Tuan-Medan juga masih terputus.
“Ada satu jembatan namanya Lhok Miera di Gampong Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, aksesnya masih terputus. Sehingga ada kerugian harta benda, yang memang alhamdulillah kerugian jiwa belum ada yang saat ini kita catat ya,” ucapnya.
Data lain menunjukkan 750 rumah rusak berat, 460 hektare sawah tertutup lumpur, 35 hektare kebun gagal panen, serta 70 hektare tambak tidak bisa digunakan.
“Jadi tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan terus pergi begitu. Ada persoalan yang harus diselesaikan, dan itu membutuhkan leadership, kepemimpinan. Apalagi bupati yang dipilih rakyat. Kalau umrah ya bisa ditunda, kan sunnah ya. Sementara ini masyarakat, membantu rakyat, itu ibadah juga dan ibadah menurut saya ibadah yang utama gitu,” katanya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait