Di banyak titik, warga masih harus bertahan di tengah gelap malam, dengan harapan bergantung pada suara mesin perahu karet yang berusaha menjangkau mereka.
Air mata seorang pemimpin besar ini tidak hanya menyampaikan rasa duka, tetapi juga pesan mendalam. Meski Aceh dikenal kuat menghadapi badai besar di masa lalu, Mualem mengingatkan bahwa kekuatan itu bukan berarti melarang untuk menangis. “Harapan, akan tetap menyala meski bumi tempat rakyatnya berpijak sedang tenggelam,” ujarnya.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait