Bangkai Gajah Tanpa Kepala di Aceh Timur Pertama Kali Ditemukan Warga saat Panen Sawit

Antara, Jufri Zainuddin ยท Selasa, 13 Juli 2021 - 15:11:00 WIB
Bangkai Gajah Tanpa Kepala di Aceh Timur Pertama Kali Ditemukan Warga saat Panen Sawit
Petugas BKSDA Aceh melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah tanpa kepala di Aceh Timur, Senin (12/7/2021). Bangkai gajah pertama kali ditemukan warga saat panen sawit. Foto: iNews.id/Jufri Zainuddin

ACEH TIMUR, iNews.id - Bangkai gajah sumatera jantan berumur 12 tahun yang mati dengan kondisi tanpa kepala atau dipenggal di Aceh Timur, pertama kali ditemukan warga. Ketika itu warga hendak panen sawit di Afdeling 5 Desa Jambo Reuhad, Banda Alam, Minggu (11/7/2021).

Melihat satwa yang dilindungi itu mati dengan kondisi mengenaskan, warga langsung melaporkannya ke polisi. Selanjutnya petugas berkoordinasi dengan BKSDA Aceh yang telah melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah yang diperkirakan sudah mati dua hari.

Anggota tim kesehatan hewan BKSDA Aceh, Rosa Rika Wahyuni, menyebutkan, hasil nekropsi menemukan zat atau benda asing yang diduga racun. Zat tersebut ditemukan pada saluran pencernaan.

"Pada bagian saluran alat cerna nya, ketika kita melakukan pemeriksaan mendalam kita juga menemukan zat atau benda asing yang kita duga racun," kata Rosa, Senin (12/7/2021).

Racun yang ditemukan, beserta sejumlah sampel dari organ tubuh gajah akan dikirim ke pusat laboratorium forensik. Hasil uji laboratorium forensik nantinya akan mengetahui jenis racun dan unsur kandungan dari racun tersebut.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengatakan, gajah liar yang dilindungi itu diduga mati karena perburuan. Pelaku sengaja memenggal kepala gajah untuk mengambil gadingnya.

Sekarang ini, BKSDA bersama Polres Aceh Timur dan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sedang berkoordinasi untuk mengusut kasus ini. Meskipun dibutuhkan hasil laboratorium untuk memastikan penyebab kematian gajah.

"Dugaan sementara, gajah tersebut mati karena perburuan gading," kata Agus Arianto.

Editor : Erwin C Sihombing