Bubur Asyura, Sejarah dan Tradisi Hidangan Khas Perayaan 10 Muharram

Kastolani, Antara ยท Senin, 08 Agustus 2022 - 16:50:00 WIB
Bubur Asyura, Sejarah dan Tradisi Hidangan Khas Perayaan 10 Muharram
Gotong-royong membuat bubur Asyura saat menyambut Bulan Muharram Tahun Baru Islam. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Perayaan Hari Asyura tiap 10 Muharram identik dengan hidangan bubur Asyura. Hidangan khas tersebut ternyata tak hanya menjadi tradisi, tapi juga sarat makna. 

Sejarah Bubur Asyura

Bubur Asyura yang dihidangkan tiap Hari Asyura merupakan bentuk pengungkapan rasa syukur manusia atas keselamatan yang selama ini diberikan oleh Allah SWT.

Bubur Asyura ternyata sudah ada sejak masa Nabi Nuh kala bersama kaumnya yang beriman selamat dari banjir besar dengan menaiki perahu.

Sebagian ulama' berpendapat : "Banjir itu menggenang di atas bumi selama 6bulan" Sebagian ulama' lagi berpendapat bahwa banjir itu menggenangi bumi selama 150 hari (5 bulan).

Setelah hampir enam bulan, perahu Nabi Nuh berlabuh tepat pada Hari Asyuro,yaitu tanggal 10 Bulan Muharram.

"Kemudian berpuasalah Nabi Nuh dihari itu sebagai ungkapan syukur kepada Allah. Nabi Nuh juga memerintahkan semua penumpang untuk ikut menunaikan puasa sebagai tanda syukur atas kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Para hewan semua juga ikut melakukan puasa.

Dinukil dari laman PISS-KTB, dihikayatkan, bahwa tatkala perahu Nabi Nuh as sudah berlabuh (siap digunakan) pada hari Asyuro, Nabi Nuh berkata kepada kaumnya: “kumpulkanlah semua perbekalan yang ada pada diri kalian!”. Lalu beliau menghampiri (mereka) dan berkata: “(ambillah) kacang fuul (semacam kedelai) ini sekepal, dan ‘adas (biji-bijian) ini sekepal, dan ini dengan beras, dan ini dengan gandum dan ini dengan jelai (sejenis tumbuhan yang bijinya/buahnya keras dibuat tasbih)”.

Kemudian Nabi Nuh berkata: “pasaklah semua itu oleh kalian!, niscaya kalian akan senang dalam keadaan selamat”. Dari peristiwa ini maka kaum muslimin (terbiasa) memasak biji-bijian. 

Kejadian di atas merupakan praktik memasak yang pertama kali terjadi di atas muka bumi setelah kejadian topan. Dan juga peristiwa itu dijadikan (inspirasi) sebagai kebiasan setiap hari Asyura. 

Versi lain menyatakan tradisi bubur Asyura juga berkaitan dengan kisah ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup.

Saat itu Perang Badar sedang berlangsung. Usai perang, jumlah prajurit Islam menjadi lebih banyak.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: