Dikeroyok Kakak Kelas, Belasan Siswa SMU Unggul Pidie Jaya Luka Lebam dan Trauma

Jamal Pangwa · Rabu, 01 September 2021 - 12:08:00 WIB
Dikeroyok Kakak Kelas, Belasan Siswa SMU Unggul Pidie Jaya Luka Lebam dan Trauma
Belasan siswa SMA di Pidie Jaya, Aceh, mengalami luka lebam dan trauma akibat dikeroyok kakak kelas. Foto : Ilustrasi/Sindonews

PIDIE JAYA, iNews.id - Kekerasan di lingkungan sekolah terjadi di Pidie Jaya, Aceh. Sebanyak 12 siswa SMU Unggul dikeroyok 23 kakak kelas hingga mengalami luka lebam dan trauma.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/8/2021) dini hari ketika mereka sedang tidur di kamar asrama. Puluhan kakak kelas datang membangunkan mereka untuk digiring ke lantai dua dan dihajar ramai-ramai.

"Kami khawatir terjadi kekerasan lagi, makanya kami angkat kaki dari sekolah malam itu juga," kata salah seorang korban, Rabu (1/9/2021).

Korban tersebut menyebutkan, banyak dari mereka mengalami luka bagian dada dan kepala karena dihajar kakak kelas. Mereka tidak mengetahui alasan pasti sampai harus dikeroyok.

"Padahal kami sudah cukup sopan dan santun terhadap senior, kapan dan di manapun ketemu, kami selalu tersenyum dan menyapa, kami sangat menghargai senior," ujar salah satu siswa.

Mereka mengaku diancam oleh kakak kelas untuk tidak mengadukan kasus penganiayaan ini kepada sekolah maupun orang tua. Atas dasar itu mereka memilih untuk berjalan kaki sejauh 10 km dari sekolah menuju rumah salah satu wali murid.

"Berdasarkan hasil CT Scan rumah sakit, saya mengalami luka lebam di bagian dada, luka memar di bagian kepala, gangguan pada syaraf, sakit pada leher karena dicekik sehingga susah untuk makan dan minum," kata korban lainnya.

Salah seorang wali murid yang berhasil dimintai keterangannya mengaku menyayangkan kasus tersebut. Dia berharap kasus ini bisa diproses agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Jangan korban dibiarkan tidak sekolah kakak kelasnya masih bisa sekolah. Padahal yang jadi korban itu anak-anak kami," ujarnya.

Kepala SMA Unggul Pidie Jaya, Nurjannah, sejauh ini belum memberi pernyataan atas kasus tersebut. Nurjannah tidak merespons ketika wartawan mencoba mengonfirmasinya melalui sambungan telepon.

Editor : Erwin C Sihombing