Heboh Pajak Sembako dan Pendidikan, Mahasiswa Aceh Angkat Suara

Jamal Pangwa ยท Senin, 14 Juni 2021 - 11:32:00 WIB
Heboh Pajak Sembako dan Pendidikan, Mahasiswa Aceh Angkat Suara
Aktivis mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Sulthan Alfaraby meminta pemerintah untuk membatalkan wacana penerapan PPN sembako dan pendidikan dalam RUU KUP. Foto: iNews.id/Jamal Pangwa

BANDA ACEH, iNews.id - Mahasiswa Aceh turut bersuara menyikapi wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako dan pendidikan. Wacana tersebut dianggap tidak pro-rakyat.

Mahasiswa Aceh, Sulthan Alfaraby mengaku dapat memahami kas negara yang sedang seret gegara pandemi Covid-19. Namun dia meminta pemerintah cermat mencari alternatif lain untuk pemasukan negara.

"Kita paham, bahwa pemerintah saat ini sedang mendorong kenaikan ekonomi negara yang saat ini sedang merosot. Tapi, sangat tidak tepat jika pemerintah nanti menaikkan pajak sembako yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat kalangan bawah", ujar Sulthan, Senin (14/6/2021).

Sulthan menilai kebijakan tersebut nantinya akan membawa efek domino kenaikan harga-harga komoditi lain. Lebih baik pemerintah membatalkan rencana pengenaan PPN dalam RUU KUP.

"Jangan sampai nasib si miskin makin miskin, si kaya makin kaya", ujar dia.

Aktivis mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry tersebut juga meminta pemerintah untuk tidak menerapkan PPN pada sektor pendidikan. Pasalnya kebijakan ini berpotensi pada komersialisasi pendidikan yang lebih masif lagi.

"Sektor pendidikan saja masih kekurangan infrastruktur. Harusnya diberikan pendanaan lebih dan tidak dipajaki," tuturnya.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: