IJTI Aceh Kecam Tindakan Arogansi Oknum Polisi terhadap Jurnalis

Jamal Pangwa · Sabtu, 20 Februari 2021 - 08:05:00 WIB
IJTI Aceh Kecam Tindakan Arogansi Oknum Polisi terhadap Jurnalis
Ilustrasi tindak kekerasan. (Foto : Dok SINDOnews)

BANDA ACEH, iNews.id – Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, mengecam tindakan arogansi yang dilakukan oleh salah seorang oknum polisi yang mengaku dari Mapolda Aceh terhadap jurnalis. Seharusnya polisi dan jurnalis dapat bermitra dengan baik dan bukan malah bersikap sebaliknya. 

"Saya mengecam kejadian ini, pelaku harus meminta maaf kepada korban secara institusi Kepolisian. Kita tidak akan berhenti sampai disini," kata Ketua IJTI Pengda Aceh, Munir Noer. 

Dia mengatakan, wartawan memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang layak diketahui oleh publik, tentunya dengan kode etik jurnalistik. Jadi bila ada yang menghalangi, maka wartawan tidak akan tinggal diam. 

"Kita tidak tutup mata dan tidak diam dengan kejadian ini. Pelaku harus meminta maaf kepada korban. Polisi juga harus memastikan kepada anggotanya agar kejadian serupa tidak berulang," katanya. 

Untuk diketahui, dalam UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dijelaskan, bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan, maka dapat dikenakan hukuman selama dua tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp500 juta.

Editor : Umaya Khusniah

Halaman : 1 2 3