Kejati Aceh Hentikan Penyelidikan Kasus Korupsi di Dinas Perhubungan

Antara ยท Jumat, 23 Juli 2021 - 10:12:00 WIB
Kejati Aceh Hentikan Penyelidikan Kasus Korupsi di Dinas Perhubungan
Asisten Intelijen Kejati Aceh Mohammad Rohmadi. Foto: Antara/M Haris SA

BANDA ACEH, iNews.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pagar pengaman jalan dengan nilai Rp12 miliar di Dinas Perhubungan Aceh tahun anggaran 2019. Penyidik tidak menemukan bukti-bukti terkait pelaporan pelanggaran hukum dalam pengerjaan proyek tersebut.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Aceh, Mohammad Rohmadi, mengatakan, terbuka kemungkinan bagi penyidik untuk membuka kembali kasus ini. Asalkan ditemukan bukti pendukung.

"Kendati penyelidikannya dihentikan, namun tidak tertutup kemungkinan kasus ini bisa dibuka kembali sepanjang ada bukti-bukti lainnya," kata Mohammad Rohmadi, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, pengadaan dan pekerjaan pengaman jalan rolling guardrail sudah memenuhi ketentuan. Informasi awal menyebutkan pengadaan pagar pengaman jalan tersebut hanya dipasang satu unit sedangkan Peraturan Menteri Perhubungan menyebutkan harusnya dua unit.

Hasil penyelidikan, penyidik menemukan adanya adendum atau perubahan kontrak untuk menambah rolling guardrail menjadi dua unit. Artinya pengerjaan dilakukan sudah sesuai ketentuan.

"Awalnya kami menerima informasi pengadaan dan pekerjaan pengaman jalan berupa rolling guardrail tersebut tidak sesuai peraturan. Namun setelah diperiksa, tidak ditemukan bukti pelanggaran hukum," kata dia.

Asintel menyebutkan, jajaran sudah memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Aceh selaku kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, pejabat pelaksana teknis kegiatan serta rekanan dalam penyelidikan kasus ini. Namun penyelidikan dianggap tidak bisa ditingkatkan ke penyidikan karena tidak ada bukti.

"Pemeriksaan tersebut dalam rangka mengumpulkan keterangan dan alat bukti. Namun, dalam penyelidikannya tidak ditemukan bukti, sehingga pengusutannya dihentikan," ujarnya.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: