Ketika Warga Aceh Tamiang Gelar Pernikahan di Tengah Kepungan Banjir
ACEH TAMIANG, iNews.id - Warga Aceh Tamiang harus pasrah dengan bencana banjir yang menerjang wilayahnya. Pasalnya, pasangan di wilayah itu menggelar upacar pernikahan di tengah kepungan banjir.
Hal ini terjadi di Desa Gelung, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang. Mereka tetap menggelar resepsi pernikahan meski dalam situasi bencana banjir.
Kepala Gelung Zul Azwarsyah mengatakan, yang menikah merupakan adik kandungnya sendiri. Pesta pernikahan itu berlangsung pada Selasa (20/12/2022).
"Meski kondisi tidak memungkinkan tapi acara sakral ini tidak bisa ditunda harus dilaksanakan dengan pertimbangan pihak keluarga," kata Zul Azwarsyah, Rabu (21/12/2022).
Dia menegaskan, pesta pernikahan ini dipaksakan selain waktu dan harinya sudah ditentukan, undangan juga sudah disebar jauh-jauh hari.
Agar tamu tidak kecewa tuan rumah terpaksa memberi pelayanan ekstra dengan menyewa mobil pikap dan Viar untuk antar jemput tamu.
"Tamu harus dijemput karena ketinggian air di ruas jalan 20-60cm membuat motor tidak bisa melintas," katanya.
Zul melanjutkan, dirinya merasa bersyukur acara pesta perkawinan di tengah banjir ini berjalan lancar seperti pesta di tempat lainnya. Tuan rumah juga menanggap organ tunggal untuk hiburan pesta.
"Tamu lumayan banyak yang datang," katanya.
Sementara itu, Camat Seruway Muhammad Hans Marta Kesuma mengatakan resepsi pernikahan di Desa Gelung menjadi pusat perhatian warga Seruway karena di desa tersebut masih banjir.
"Iya ada warga Desa Gelung pesta kawinan di tengah banjir kemarin. Awalnya bingung juga kita apa bisa, karena seluruh rumah penduduk di desa terendam," kata Hans Marta
M Hans menjelaskan, tuan rumah yang punya hajatan pesta tersebut adik kandung datok penghulu atas nama Saipul Aspi.
Kondisi kediaman mempelai wanita terendam banjir. Lokasi tenda tamu didirikan di pinggir jalan yang tidak terjangkau banjir. Sementara panggung pelaminan seperti terapung di pasang tepat di depan rumah.
"Untuk menuju pelaminan warga membuat jembatan kayu dari rumah hingga ke jalan. Di sisi lain tamu undangan dari luar Desa Gelung harus dilangsir menggunakan mobil bak terbuka," kata dia.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto