Ketua MPR Singgung Pertentangan Nasionalisme dan Islam di Universitas Syiah Kuala

Antara ยท Jumat, 11 Juni 2021 - 08:56:00 WIB
Ketua MPR Singgung Pertentangan Nasionalisme dan Islam di Universitas Syiah Kuala
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan kepada awak media, di Banda Aceh, Kamis (10/6/20210. Foto: Antara

BANDA ACEH, iNews.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyinggung adanya upaya membenturkan nasionalisme dengan Islam. Upaya tersebut tentu mengganggu nilai-nilai kebangsaan khususnya bagi kalangan generasi muda.

Bamsoet menyebutkan hal itu usai mengisi materi di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (10/6/2021). Bamsoet mengisi materi terkait sosialisasi empat pilar kebangsaaan.

"Ini yang tidak boleh terjadi karena negara ini didirikan oleh alim ulama yang berjuang bersama Bung Karno dari nasionalis, dan terbentuk satu negara," ujarnya.

Dia menilai, upaya membenturkan semangat nasionalisme dengan agama disebabkan adanya kekosongan dalam kebangsaan. Salah satu penyebabnnya, dihapusnya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sejak reformasi. 

Bamsoet menegaskan, kondisi seperti ini tidak boleh terus berlarut, karena pada dasarnya Indonesia didirikan oleh sekumpulan ulama bersama orang-orang nasionalis. Para pendiri bangsa memiliki jiwa besar sehingga kalangan nasionalis dan agamis bisa berjalan seiring.

Jiwa besar yang dimaksud dapat dilihat dari rumusan awal Pancasila, sila pertama dalam Piagam Jakarta. Dalam Piagam Jakarta, rumusan Pancasila pada sila pertama menyatakan, "Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya." 

Setelah melakukan dialog mendalam antar tokoh nasionalis dan ulama, akhirnya disepakati menjadi Ketuhanan yang Maha Esa. Jiwa besar seperti ini diharapkan menular bagi generasi muda.

"Ada kekosongan nilai kebangsaan bagi generasi muda kita, sehingga terjadilah upaya membenturkan antara nasionalisme dan Islam," kata dia.

Editor : Erwin Sihombing