Kisah Pemuda Lahir di Arab, Sering Disebut Orang India gegara Berewok Padahal Warga Indonesia 

Antara · Kamis, 18 Agustus 2022 - 08:53:00 WIB
Kisah Pemuda Lahir di Arab, Sering Disebut Orang India gegara Berewok Padahal Warga Indonesia 
Faiz Musa, pemuda asli Madura, Jawa Timur yang lahir dan besar di Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Antara/Dokumen Pribadi)

JAKARTA, iNews.id - Pemuda bernama Faiz Musa kerap menceritakan dirinya disebut orang Arab hingga India gegara berewok. Pria yang lahir di Arab Saudi ini aslinya warga negara Indonesia.

Pemuda berusia 26 tahun itu ternyata asli Madura, Jawa Timur. Hanya saja ia lahir di Mekkah.. Dengan pergaulan sehari-hari dan bersekolah di sekolah Arab, tentu saja dia lebih fasih berbahasa Arab ketimbang bahasa Indonesia.

Sejak kecil Faiz berpikir bahwa dia sama dengan anak-anak di lingkungannya, tapi semakin besar dan luas pergaulannya, apalagi setelah mengalami perlakuan berbeda di sekolah, barulah dia paham bahwa ternyata ia berbeda.

Dia mulai kenal dengan anak Indonesia saat bermain bola bersama, hingga mahasiswa jurusan IT Computer Science di Universitas Umm Al-Qura, sebuah universitas negeri di Mekkah itu, mulai tertarik belajar bahasa Indonesia.

Menurut putra bungsu dari lima bersaudara itu, tidak susah belajar bahasa Indonesia karena sering dipraktikkan melalui ngobrol dengan sesama orang Indonesia maupun orang tuanya di rumah. Meski demikian, saat ini dia juga belum begitu lancar berbicara berbahasa Indonesia.

Apalagi semenjak dia bergabung sebagai petugas haji Indonesia, semakin sering bertemu dengan sesama anak bangsa. Semakin banyak kosa kata yang dikuasainya meski kadang penggunaan kata masih tidak sesuai aturan berbahasa, tapi setidaknya dia mengerti jika orang lain mengajaknya berbicara.

Sering kali kejadian lucu terkait dengan penggunaan bahasa dialaminya, belum lagi budaya yang berbeda antara Indonesia dengan Saudi, kerap menghadirkan tawa ketika dia menceritakan kembali pengalamannya.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, dia dikira orang asing karena perawakan yang berbeda, ditambah lagi penggunaan bahasa Indonesia yang tidak lancar. Alhasil, jadilah ia mengantre di barisan WNA saat di Imigrasi bandara, ketika ditunjukkan paspor kepada petugas ternyata paspor Indonesia.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: