Kontras: Pemulihan HAM 245 Korban Konflik Aceh Hanya di Atas Kertas

Antara · Kamis, 08 Juli 2021 - 17:19:00 WIB
Kontras: Pemulihan HAM 245 Korban Konflik Aceh Hanya di Atas Kertas
Ketua KKR Aceh Afridal Darmi (kanan) menyerahkan rekomendasi pemulihan korban konflik kepada perwakilan pemerintah Aceh di Kantor KKR Aceh di Banda Aceh, Jumat (24/5/2019). Foto: Antara/M Haris SA

BANDA ACEH, iNews.id - Realisasi reparasi (pemulihan) HAM terhadap 245 korban konflik Aceh hanya di atas kertas. Pasalnya, SK Reparasi yang diterbitkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Mei 2020 yang lalu belum terlaksana hingga kini.

Kontras Aceh menilai, pemulihan HAM terhadap ratusan korban konflik tidak serius. Sementara Pemerintah Aceh mengklaimnya menjadi capaian kinerja dalam isu perdamaian.

"Jika belum ada realisasi hanya masih sebatas SK Gubernur Aceh, tidak tepat diklaim bahwa reparasi mendesak sebagai capaian 4 tahun Pemerintah Provinsi Aceh dalam isu perdamaian," ujar Koordinator Kontras Aceh, Hendra Saputra, Kamis (8/7/2021).

Hendra berharap reparasi korban pelanggaran HAM di Aceh tidak sebatas jargon, karena para korban menagih realisasi dari kebijakan tersebut. Mengacu pada Qanun tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, reparasi merupakan pintu masuk untuk mengungkap peristiwa pelanggaran HAM masa lalu di Aceh.

"Kondisi mendesak dalam reparasi kalau mau diumpakan dalam situasi bencana alam, sama seperti proses emergency response pascabencana. Masyarakat terdampak bencana mesti dibantu dahulu kebutuhan dasar pangan untuk tetap bertahan hidup," kata Hendra.

SK Gubernur Aceh tentang Penetapan Reparasi Mendesak bagi Korban Pelanggaran HAM, memuat beberapa jenis layanan reparasi yakni layanan medis, psikologis, bantuan usaha, jaminan sosial bagi korban lansia, serta keperdataan. Kontras mendorong Pemprov Aceh merealisasikan kebijakan tersebut untuk selanjutnya bisa diklaim menjadi capaian kinerja pemerintah tahun selanjutnya.

"Kebijakan pemerintah tidak boleh hanya sebatas jargon, tetapi harus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," ujar Hendra.

Editor : Erwin C Sihombing