Menelusuri Pulau Rubiah Sabang, Saksi Bisu Perjalanan Haji Tertua di Indonesia

Nur Ichsan ยท Senin, 04 Juli 2022 - 19:03:00 WIB
Menelusuri Pulau Rubiah Sabang, Saksi Bisu Perjalanan Haji Tertua di Indonesia
Prasasti tempat karantina jemaah haji pertama di Indonesia yang berada di Pulau Rubiah, Sabang, Aceh. (Foto: Dok/Kemenag)

SABANG, iNews.id - Pulau Rubiah yang terletak di Sabang, Aceh menjadi saksi bisu perjalanan haji tertua di Indonesia. Situs sejarah ini merupakan debarkasi (tempat mendaratnya) jemaah haji Indonesia sepulang dari Tanah Suci Mekkah di masa kolonial Belanda.

Disitat dari laman aceh.kemenag, situs sejarah perjalanan haji tertua di Indonesia tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan boat penyeberangan dari Dermaga Teupin Layeu Iboih. Perjalanan ke lokasi itu memakan waktu sekitar tiga menit dan merapat langsung ke Dermaga Pulau Rubiah. 

Tiba di Pulau Rubiah pengunjung dapat langsung menuju lokasi Karantina Haji Pertama di Indonesia dengan menempuh jalan setapak yang mendaki. Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi boat ditambatkan.

Bangunan peninggalan sejarah ini kini tidak terawat bahkan 50 persen bangunan Karantina Haji Pertama di Indonesia ini sudah rata dengan tanah.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Sabang, Murdani mengatakan, bangunan Karantina Haji Pertama di Indonesia ini salah satunya terdapat di Pulau Rubiah Sabang. 

“Karantina haji ini dibangun oleh penjajah Belanda sekitar tahun 1920 untuk mendukung proses keberangkatan jemaah calon haji dari embarkasi Sabang yang masih menggunakan kapal laut." ujarnya.

Dia menjelaskan, Pulau Rubiah sebenarnya hanya lokasi Karantina Haji di masa itu. Setelah jemaah haji tiba kembali di Tanah Air, mereka dikarantina kan sementara waktu sekitar 40 hari. “Setelah dianggap sehat barulah mereka dipulangkan kembali ke kampung masing-masing," ucap Murdani.

Dia menerangkan, tujuan karantina ini untuk mencegah penularan penyakit berbahaya yang mungkin saja dibawa oleh jemaah yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji. 

Lamanya waktu karantina dikarenakan pada masa itu belum ditemukan vaksin untuk mencegah terjangkitnya kuman pembawa penyakit menular seperti sekarang.

“Proses perjalanan jemaah calon haji dimasa itu dimulai dari embarkasi yang berlokasi di Gampong Kuta Timu. Masyarakat Sabang menyebutnya dengan Kampoeng Haji," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: