Pakaian Adat Aceh, Jenis, Makna serta Filosofi

Reza Rizki Saputra ยท Selasa, 02 Agustus 2022 - 16:54:00 WIB
Pakaian Adat Aceh, Jenis, Makna serta Filosofi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu negara Iriana Jokowi mengenakan pakaian adat khas Aceh saat HUT RI ke-73 tahun 2018 silam (Setneg)

JAKARTA, iNews.id - Pakaian Adat Aceh banyak macamnya. Pakaian adat dari pulau paling barat di Indonesia bahkan pernah dikenakan oleh Presiden Joko Widodo saat upacara peringatan HUT RI ke-73 tahun 2018 silam.

Nama pakaian adat Aceh adalah Ulee Balang. Seperti pakaian adat pada umumnya, pakaian adat Aceh menunjukkan kekhasan adat istiadat yang diterapkan di Daerah Istimewa Aceh. 

Ciri khas khusus yang dimiliki oleh pakaian adat Aceh adalah salah satu hal penting yang membedakannya dari pakaian adat lainnya adalah perpaduan dari budaya Melayu dan budaya Islam. 

Pada awalnya, Ulee Balang ini hanya digunakan oleh keluarga kesultanan. Tetapi sekarang siapa saja boleh mengenakan pakain adat ini. Ulee Balang terdiri dari dua macam yaitu Linto Baro yang digunakan oleh laki-laki Aceh dan Daro Baro yang digunakan oleh perempuan Aceh.

Untuk lebih detailnya, simak penjelasannya.

1. Linto Baro

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu negara Iriana Jokowi mengenakan pakaian adat khas Aceh saat HUT RI ke-73 tahun 2018 silam (Setkab)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu negara Iriana Jokowi mengenakan pakaian adat khas Aceh saat HUT RI ke-73 tahun 2018 silam (Setkab)

Pakaian Linto Baro yang digunakan oleh laki-laki terdiri dari beberapa elemen, yaitu baju, celana, senjata tradisional, penutup kepala, dan hiasan-hiasan lain.

Pakaian ini digunakan oleh para laki-laki Aceh dalam acara pernikahan, Meugang, Peusijuk, Tueng Dara Baro (Ngunduh Mantu), acara adat, dan peringatan hari-hari besar. Berikut adalah elemen dari pakaian Linto Baro : 

a. Baju Meukeusah

Baju ini berbentuk seperti beskap atau blazer digunakan sebagai atasan laki-laki Aceh. Pakaian ini sering digunakan oleh laki-laki Aceh sejak zaman kerajaan Samudra Pasai dan Perlak.

Umumnya baju ini terbuat dari kain tenun berbahan sutra maupun kapas yang berwarna hitam. Bagi orang Aceh, warna hitam melambangkan kebesaran, oleh karena hal tersebut, pakaian ini melambangkan kebesaran seorang laki-laki Aceh.

Pada baju ini kalian akan menemukan sulaman-sulaman benang berwarna emas pada bagian leher sampai dada dan ujung lengan. Sulaman tersebut bermotif bunga-bungaan dan motif sulur daun. Contohnya seumanga (kenanga), bungong geulima (delima), seuleupok (temtai), keupula (kembang tanjung), kundo, pucok reubong (tumpal), dan lain-lain.  Jarang sekali dapat temukan sulaman bermotif hewan.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto

Bagikan Artikel: