Pedagang di Lhoknga Kecewa Tempat Wisata Ditutup Tanpa Sosialisasi

Antara, Taufan Mustafa · Senin, 31 Mei 2021 - 13:39:00 WIB
Pedagang di Lhoknga Kecewa Tempat Wisata Ditutup Tanpa Sosialisasi
Penutupan objek wisata di wilayah Aceh Besar dikeluhkan pedagang atau pengelola usaha di kawasan tersebut. Pedagang merasa Satgas Covid-19 belum melakukan sosialisasi. Foto: Antara

BANDA ACEH, iNews.id - Pedagang di kawasan wisata Lhoknga,  kecewa atas sikap Satgas Covid-19 Aceh Besar menutup objek wisata tanpa sosialisasi. Pedagang merasa dirugikan dari kebijakan tersebut karena telah mengeluarkan modal untuk mendukung kegiatannya.

Satgas Covid-19 Aceh Besar memutuskan untuk menutup tempat wisata untuk menghindari status zona merah. Lagipula penutupan tempat wisata dilakukan menindaklanjuti Instruksi Mendagri No.11/2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro di zona oranye.

Pengelola Joel Bungalow, Zulfitri, mengaku menelan kerugian besar atas tindakan penutupan tanpa sosialisasi. Pasalnya dia telah membeli kebutuhan makanan seperti ikan, sayur dan ayam untuk para tamu. 

“Kami tidak bisa berjualan otomatis rugi karena bahan yang sudah dibelanjakan tidak dapat dikembalikan dan akan busuk,” kata Zulfitri, Minggu (30/5/2021).

Dia mengatakan, selama menjalani kegiatan usaha selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) mengikuti anjuran pemerintah. Pengelola tempat usaha selalu mencermati ketentuan prokes karena tidak ingin tempatnya menjadi titik penyebaran Covid-19.

Zulfitri merasa, kerugian bukan hanya dialami dirinya saja. Pedagang lain juga mengeluhkan kebijakan penutupan karena sudah mengeluarkan modal untuk usahanya, belum lagi biaya yang menggaji karyawan. 

Satgas Covid-19 Aceh Besar, pada Sabtu (29/5/2021) menutup sementara seluruh objek wisata pantai mulai dari Lhoknga hingga Kecamatan Lhoong. Alasannya Instruksi Mendagri mengamanatkan wilayah PPKM skala mikro di zona oranye yang menuju zona merah harus menutup objek wisata. 

"Jadi Satgas Covid-19 Aceh Besar menutup sementara tempat-tempat wisata di wilayah hukum Aceh Besar," kata Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan.

Editor : Erwin Sihombing