Polda Aceh Butuh Bukti Tambahan untuk Tetapkan Tersangka Korupsi Beasiswa

Antara ยท Kamis, 19 Agustus 2021 - 08:52:00 WIB
Polda Aceh Butuh Bukti Tambahan untuk Tetapkan Tersangka Korupsi Beasiswa
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy. (Foto: iNews.if/Syukri Syarifuddin)

BANDA ACEH, iNews.id - Penyidik Direskrimsus Polda Aceh butuh alat bukti tambahan untuk menetapkan tersangka korupsi beasiswa Pemerintah Aceh di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSMD) sebesar Rp22,3 miliar. Bahkan Polda Aceh berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri untuk menangani kasus ini.

"Dengan adanya penambahan alat bukti serta asistensi Bareskrim Polri diharapkan bisa mempercepat penyelesaian penyidikan, sehingga bisa secepatnya gelar perkara berikutnya dan penetapan siapa saja tersangkanya," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, Rabu (18/8/2021).

Winardy mengatakan, keputusan tersebut didapat dari hasil gelar perkara. Penyidik membutuhkan alat bukti tambahan untuk memperkuat konstruksi hukum dan selanjutnya menetapkan tersangka.

Dalam penyelidikan kasus ini, Polda Aceh telah memeriksa sejumlah saksi termasuk anggota DPR Aceh periode 2014-2019 serta ratusan penerima beasiswa. Sedangkan hasil temuan Inspektorat Aceh menyebutkan beasiswa tersebut berasal dari usulan 24 Anggota DPR Aceh dengan jumlah penerima mencapai 938 mahasiswa, terdiri atas 825 penerima usulan DPR Aceh, dan 86 orang permohonan secara mandiri.

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara. Hasilnya, seluruh peserta gelar perkara sepakat masih diperlukan penambahan alat bukti sebelum penetapan tersangkanya," kata Kombes Winardy.

Pemerintah Aceh pada 2017 mengalokasikan anggaran Rp22,3 miliar lebih untuk beasiswa mahasiswa program studi, mulai diploma tiga hingga doktoral atau S-3. Anggaran tersebut ditempatkan di BPSMD Aceh. 

Beasiswa tersebut disalurkan kepada 803 penerima dengan realisasi mencapai Rp19,8 miliar lebih. LSM Gerakan Antikorupsi melaporkan indikasi korupsi penyaluran beasiswa bantuan pendidikan Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: