Warga Gampong Teungoh Aceh Utara Minta Camat Dicopot

Jamal Pangwa ยท Kamis, 03 Juni 2021 - 10:33:00 WIB
Warga Gampong Teungoh Aceh Utara Minta Camat Dicopot
Puluhan warga Gampong Teungoh meminta camat dicopot ketika berdemonstrasi di depan kantor camat, Rabu (2/6/2021). Warga menuduh camat membiarkan terjadinya nepotisme pemilihan keuchik. Foto: iNews.id/Jamal Pangwa

ACEH UTARA, iNews.id - Puluhan warga dari Gampong Teungoh Geulumpang VII, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, menggelar aksi damai di depan Kantor Camat Matang Kuli, pada Rabu (02/06/2021). Warga menuntut camat dicopot terkait tuduhan nepotisme dalam seleksi keuchik atau kepala desa.

Salah satu koordinator aksi, Mawardi, membeberkan adanya dua orang calon yang mengikuti seleksi di luar batas ketentuan karena masih kerabat dari Ketua Panitia Pemilihan (P2G) Gampong Teungoh. Selanjutnya, adanya ketidaklengkapan surat bebas narkoba dari salah satu calon namun lolos seleksi.

"Salah satu dari tiga calon keuchik masih berstatus sebagai Pendamping Desa, ini jelas melabrak peraturan pemerintah. Yang terakhir, semua berkas yang diserahkan oleh ketua P2G tanpa sepengetahuan sejumlah anggota P2G lainnya, kan ini sangat aneh," kata Mawardi

Camat Matangkuli, Edwar BA, menolak ditarik-tarik dalam masalah ini. Alasannya, seleksi keuchik merupakan ranah P2G bukan ranah kecamatan.

"Itu semua ranah P2G, kami tidak melakukan nepotisme, jika mau lapor ke bupati kami siap" kata dia.

Ketua P2G Gampong Teungoh Geulumpang VII, Tengku Ismail, mengatakan, proses seleksi calon keuchik dilakukan secara transparan dan telah berproses sejak April 2021. Pengumuman masa pendaftaran telah ditempelkan pada setiap warung kopi di gampong.

Dia mengakui, dua orang calon keuchik yang merupakan kerabatnya ikut mendaftar. Namun hal itu tidak menandakan adanya nepotisme dalam proses seleksi.

"Mereka juga punya hak kebebasan dalam berdemokrasi, karena berkas yang diserahkan kepada pihak P2G pun sesuai dari jadwal yang ditetapkan dan tidak ada kita terima berkas melewati batas waktu sebagaimana disampaikan sebagian warga tersebut,” katanya.

Editor : Erwin Sihombing