Wisata Bersejarah di Aceh, Nomor 5 Bukti Dahsyatnya Tsunami di Serambi Mekkah
Pada saat zaman penjajahan Belanda, Aceh menjadi salah satu daerah yang memberikan perlawanan sengit. Saksi bisu kisah tersebut adalah Kerkhoff Peucut.
Saat ini, tempat ini dijadikan sebagai cagar budaya yang berlokasi di Desa Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.
Sebagian besar kuburan yang berada di tempat ini merupakan kuburan tentara Belanda yang gugur saat melawan rakyat Aceh.

Dibangunnya museum ini merupakan sebuah penghormatan serta untuk dijadikan sebagai monumen untuk memperingati bencana Tsunami besar yang melanda Aceh pada tahun 2004 silam.
Saat para pengunjung berkunjung ke museum ini, maka langsung bisa merasakan suasana yang mencekam saat gemuruh gelombang tsunami mulai menuju ke permukiman.
Museum ini didesain langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Museum ini memiliki empat lantai yang tiap lantainya dipajang foto-foto keadaan pascatsunami serta daftar nama korban yang terpampang jelas di dinding.
Museum ini mempunyai lokasi yang sangat dekat dengan Masjid Besar Aceh yang hanya berjarak sekitar 700 meter saja.

Masih berbicara pasal tsunami Aceh yang terjadi di tahun 2004 silam. Jika tadi membahas pasal museum yang dijadikan sebagai monumen, kapal apung ini salah satu jejak dahsyatnya tsunami Aceh.
Kapal ini masih bisa dilihat dengan jelas melalui monumen PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Apung 1.
Kapal yang memiliki bobot 2.600 ton ini pun bisa terseret oleh ombak tsunami yang artinya tsunami tersebut sangatlah besar.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto