Tim gabungan menangkap buronan kasus penimbunan BBM subsidi di Aceh. (Taufan Mustafa/MNC Portal)
Antara

NAGAN RAYA, iNews.id - Tim gabungan menangkap buronan kasus penimbunan BBM subsidi di Aceh. Pelaku yang sudah buron 4 tahun itu bernama Sayuti, warga Desa Blang Baro, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Penangkapan dilakukan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Negeri Nagan Raya pada Senin (28/11/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Muib mengatakan, penangkapan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 779 K/PID.SUS/2018 tanggal 11 Juli 2018 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Aceh Nomor : 207/Pid/2017/PT/BNA tanggal 22 Januari 2018 Jo Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh Nomor : 158/Pid/2017/PT/PN MBO tanggal 27 Agustus 2017.

Dalam putusan tersebut terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat Bulan serta denda sebesar Rp2 miliar, subsidair kurungan selama satu bulan karena melakukan tindak pidana pengangkutan BBM subsidi tanpa izin usaha angkutan dari pemerintah.

Sebelum dinyatakan bersalah,  Muib ditangkap pada Selasa, 10 Januari 2017 di Desa Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, bersama seorang saksi yang sedang mengangkut BBM jenis solar sebanyak 1.000 liter.

“BBM subsidi tersebut dimasukkan ke dalam 30 buah jerigen ukuran 35 liter dan diangkut menggunakan mobil Daihatsu Taft warna biru dengan nomor polisi BL 512 LW milik terpidana,” kata Muib, Selasa (29/11/2022).

Dia menambahkan, bahan bakar minyak jenis solar tersebut dibawa dari Desa Blang Baroe PR untuk diserahkan kepada seorang saksi bernama Agus Jumaili yang berada di Krueng Cut,l.

“Terdakwa Sayuti mengangkut BBM jenis Solar tersebut atas perintah dari seorang saksi dan mendapatkan upah sebesar Rp1,5 juta,” katanya.

Kemudian bahan bakar minyak jenis solar tersebut dipergunakan untuk Excavator atau alat berat yang digunakan untuk melakukan penambangan emas.

"Bahwa dalam hal terdakwa mengangkut bahan bakar minyak jenis solar sebanyak 1.000 liter yang dimasukkan ke dalam 30 buah jerigen ukuran 35 liter tidak memiliki izin usaha pengangkutan dan Niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah.

Terpidana terbukti melanggar pasal 55 Jo Pasal 53 huruf b UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan kurungan pidana selama empat tahun.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT