"Dari kemaren cari susah, baru dapat ini," katanya.
Tak hanya susah, jika adapun, harus mengantre berjam-jam. Sehingga merugikan waktu sopir angkot.
Nazar mengaku terpaksa membeli solar sebelum mengangkut penumpang. Jika terlalu lama antre, maka penumpangnya sudah tidak ada atau beralih dengan kendaraan lain.
Dia berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat memperhatikan kelangkaan solar ini.
Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait