Kementerian PU memulai pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang yang berlokasi di atas lahan Kompleks DPRK–Kantor Bupati Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Kementerian PU)

ACEH TENGAH, iNews.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga hari ini, Kamis (1/1) telah terbangun 1.050 unit tempat tinggal sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh. Pembangunan tersebut dilakukan BNPB dibantu TNI dan Danantara.

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, dari jumlah tersebut 600 unit dibangun oleh Danantara, sementara 450 unit lainnya dibangun oleh BNPB. 

“Jadi per hari ini, yang terbangun adalah 1.050 unit,” ujarnya dalam paparan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Suharyanto menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, jumlah rumah rusak berat di Aceh tercatat sebanyak 61.795 unit. Dari angka tersebut, sebanyak 23.432 rumah tercatat mengajukan hunian sementara.

Namun demikian, tidak seluruh warga terdampak memilih untuk tinggal di hunian sementara terpusat. BNPB mencatat, sebanyak 11.414 orang memilih tinggal bersama keluarga. Untuk kelompok ini, pemerintah telah menyalurkan bantuan dana sewa rumah sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan selama tiga bulan, yakni untuk periode Desember, Januari, dan Februari.

“Dua hari yang lalu sudah kami salurkan dananya,” kata Suharyanto.

Selain hunian terpusat, BNPB juga melayani hunian sementara mandiri, yakni pembangunan tempat tinggal sementara secara terpencar di lokasi warga terdampak yang rumahnya rusak berat namun tidak ingin masuk ke titik hunian terpusat. “Ini pun kami layani, dan sudah mulai dibangun,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network