Seleksi penerimaan guru pesantren/dayah di Kabupaten Aceh Tamiang akan dilakukan secara ketat (Antara)
Antara

ACEH TAMIANG, iNews.id - Seleksi penerimaan guru pesantren/dayah di Kabupaten Aceh Tamiang akan dilakukan secara ketat. Ini dilakukan agar mengantisipasi masuknya ajaran paham radikalisme terhadap santri.

Kali ini, pihak pesantren harus melibatkan lembaga agama untuk melakukan seleksi.

"Seleksi untuk penerimaan guru-guru dayah akan melibatkan Kemenag dan MPU Aceh Tamiang," kata Kepada Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tamiang, Haliyah, Rabu (27/7/2022).

Dia menambahkan, selama ini pimpinan dayah-dayah hanya main terima-terima saja.

"Setidaknya diseleksi dulu dan dipantau apa saja kegiatan mengajarnya," katanya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tamiang telah memfasilitasi pertemuan antara Kementerian Agama Aceh Tamiang dengan seluruh pimpinan dayah/pesantren se kabupaten.

Para tokoh agama ini dikumpulkan sebagai langkah pembinaan pascainsiden penangkapan delapan orang terduga teroris dilingkungan pesantren.

Pemanggilan pimpinan dayah ini juga dihadiri instansi terkait dan perwakilan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

"Ada 39 pimpinan dayah yang hadir dari 54 yang ada di Aceh Tamiang. Selebihnya berhalangan hadir karena sakit dan sedang berada di luar kota. Tapi pertemuan ini tidak bisa diwakilkan harus pimpinan yang datang," katanya.

Pihak dayah juga diminta proaktif terhadap kegiatan yang sudah mengarah indikasi kepada radikalisme aktif melaporkan ke Dinas Pendidikan Dayah atau MPU untuk diambil tindakan.

"Guru-guru dayah itu mohon diseleksi latar belakang pendidikannya, dia tamatan pesantren mana, itu juga bisa menjadi untuk penilaian apakah guru sisa-sisa jaringan atau pembinaan dari dari gerakan kelompok radikal atau tidak," urai Haliyah.

Menurutnya tim Densus 88 juga akan masuk ke dalam dayah-dayah untuk pembina guru-guru.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT