Petugas menangkap pasutri di Banda Aceh karena menyimpan dan mengedarkan kosmetik ilegal yang mengandung merkuri (Antara)
Antara

BANDA ACEH, iNews.id - Petugas menyita ribuan kosmetik ilegal dan menangkap pasangan suami istri (pasutri) di Banda Aceh. Diduga, kosmetik itu mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri.

"Kosmetik tersebut tak memiliki izin edar dari pihak terkait (BPOM), namun tetap diperjualbelikan di pasaran," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadhilah Aditya Pratama, Selasa (15/11/2022).

Dia menambahkan, kosmetik itu diamankan dari salah satu rumah warga di kawasan Desa Neusok, Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Dirinya menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari adanya informasi BBPOM Banda Aceh berdasarkan hasil patroli siber terkait dengan maraknya peredaran kosmetik dan obat-obatan yang tak sesuai ketentuan.

"Saat didatangi, sempat terjadi perlawanan dari pasutri yang merupakan pemilik kosmetik. Mereka berisinial HG (56) dan istrinya NH (40) karena tak mengizinkan pendataan dan pembinaan terhadap usahanya," katanya.

Atas kejadian itu, BBPOM Banda Aceh melaporkan hal ini ke Polsek Darul Kamal bahwa ada beberapa produk tidak memiliki izin edar yang diduga melanggar UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Setelah menerima informasi tersebut, polisi mendatangi lokasi. Tetapi, pelaku tetap tidak mengizinkan petugas masuk ke dalam rumah untuk bernegosiasi agar produk-produk tersebut tidak disita.

"Setelah itu, petugas bersama perangkat desa setempat akhirnya bisa masuk ke rumah dan melakukan penggeledahan, serta menyita barang bukti," katanya.

Dari rumah tersebut, kata Fadhillah, petugas juga mengamankan satu unit timbangan digital dan dua buku catatan penjualan produk kepada pihak lain, serta satu unit telepon seluler.

Sementara itu, Kepala BBPOM Banda Aceh Yudi Noviandi mengatakan, dari keseluruhan kosmetik sitaan tersebut, sebagian produk telah diuji oleh pihak BPOM.

"Diketahui mengandung kandungan berbahaya seperti merkuri," katanya.

Atas perbutannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 197 jo Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp1,5 miliar. 


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT