Bbm solar subsidi (Antara)
Antara

BANDA ACEH, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh meminta tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar. Permingaan itu disampaikan langsung ke PT Pertamina (Persero).

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Banda Aceh Samsul Bahri mengatakan,  permintaan ini untuk memenuhi kebutuhan nelayan.

Menurutnya, kebutuhan BBM jenis solar bagi nelayan Banda Aceh mencapai 24 ton per hari. Tapi saat ini yang tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) hanya 12 ton per hari.

“Pasokan di SPBN lancar, tapi kuantitas kurang, karena kebutuhan nelayan 24 ton per hari khusus solar, tapi yang ada hanya 12 ton, maka pada saat BBM masuk langsung habis,” kata Samsul Bahri, Kamis (6/10/2022).

Dia melanjutkan, pihak pemkot sudah dua kali meminta tamabah kuota ke Pertamina. “Namun belum ada respon,” kata dia.

Nelayan di Banda Aceh, kata dia, umumnya nelayan yang memiliki boat ukuran 10 GT ke bawah. Tentunya, kekurangan BBM itu juga berdampak pada hasil tangkapan nelayan karena tidak bisa melaut terlalu jauh dengan durasi lama.

“Stok BBM mereka tidak bisa untuk pergi jauh. Biasanya bisa pergi melaut dengan durasi 5-7 hari, tapi saat ini hanya bisa tiga hari langsung balik,” kata dia.

Padahal saat ini Aceh sedang pada musim puncak panen ikan tangkap, sementara pada awal Desember mendatang sudah mulai memasuki masa paceklik, dimana kondisi nelayan akan susah untuk menangkap ikan.

“Ini lagi puncak menangkap ikan, mungkin awal Desember sudah mulai memasuki pacekik, sehingga sudah menjadi kendala bagi nelayan kecil untuk menangkap ikan,” kata dia.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto

BERITA TERKAIT